BNNP Jateng dan Polda Jateng Perkuat Sinergi Cegah Peredaran Narkoba
![]() |
| BNNP Jateng dan Polda Jateng Perkuat Sinergi Cegah Peredaran Narkoba |
Semarang, IMC — Upaya pencegahan peredaran dan penyalahgunaan narkotika di Jawa Tengah dinilai masih menghadapi tantangan serius dan memerlukan penanganan yang terukur, berkelanjutan, serta melibatkan kerja sama lintas sektor. Merespons kondisi tersebut sekaligus mendukung Asta Cita Presiden dalam mewujudkan sumber daya manusia yang unggul, sehat, dan produktif, Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah melakukan audiensi dan koordinasi dengan Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah.
Audiensi tersebut
menjadi momentum silaturahmi Kepala BNNP Jawa Tengah yang baru, Toton
Rasyid, S.H., M.H., sekaligus ajang pemaparan gambaran umum situasi dan
tren permasalahan narkoba di wilayah Jawa Tengah yang masih membutuhkan
perhatian serius serta sinergi antarlembaga.
“Kami mengucapkan
terima kasih atas dukungan dan sinergi yang selama ini telah terjalin dengan
Polda Jawa Tengah. Permasalahan narkoba tidak dapat ditangani secara sektoral.
Dibutuhkan kerja bersama yang solid, berkesinambungan, dan saling menguatkan
antarinstansi,” ujar Toton Rasyid dalam keterangannya, Rabu (28/1/2026).
Mantan Direktur
Hukum BNN Pusat periode 2023–2025 itu menjelaskan, BNNP Jawa Tengah terus
mendorong berbagai langkah strategis dalam rangka mewujudkan Jawa Tengah
Bersinar (Bersih Narkoba). Upaya tersebut mencakup penguatan program
pencegahan berbasis keluarga dan masyarakat, optimalisasi layanan rehabilitasi,
serta peningkatan sinergi dalam penegakan hukum terhadap jaringan peredaran
gelap narkotika.
Menurut Toton,
letak geografis Jawa Tengah yang strategis, tingginya mobilitas masyarakat,
serta dinamika sosial yang kompleks menjadi faktor yang membuat wilayah ini
rentan terhadap masuk dan berkembangnya jaringan peredaran gelap narkoba.
Sementara itu, Kapolda
Jawa Tengah Irjen Pol Ribut Hari Wibowo, S.H., S.I.K., M.H., menegaskan
komitmen penuh Polda Jawa Tengah dalam mendukung langkah-langkah BNN dalam
pemberantasan narkoba. Ia menilai kejahatan narkoba merupakan ancaman serius
yang berdampak luas, tidak hanya terhadap stabilitas keamanan, tetapi juga masa
depan generasi bangsa.
Kapolda
menekankan, sinergi antara BNN dan Polri tidak hanya penting dalam aspek
penegakan hukum, tetapi juga dalam upaya pencegahan dini serta edukasi kepada
masyarakat agar memiliki daya tangkal terhadap bahaya narkoba.
Audiensi ini
sekaligus memperkuat koordinasi dan menyatukan visi antara BNNP Jawa Tengah dan
Polda Jawa Tengah dalam menghadapi ancaman narkoba yang kian kompleks dan
terorganisasi.
Dengan sinergi
yang semakin kuat, diharapkan pelaksanaan Pencegahan dan Pemberantasan
Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di Jawa Tengah dapat
berjalan lebih efektif, menjangkau seluruh lapisan masyarakat, serta memberikan
dampak nyata bagi ketahanan keluarga dan generasi muda.
Ke depan, kerja
sama lintas sektor antara BNN, Polri, pemerintah daerah, dan seluruh elemen
masyarakat diharapkan mampu mempercepat terwujudnya Jawa Tengah yang bersih
dari narkoba, sekaligus mendukung agenda nasional dalam membangun Indonesia
yang aman, sehat, dan berdaya saing. (Muzer)
.jpeg)
