Terputus Total! Jembatan Penghubung Vital di Aceh Tamiang Ambruk Diterpa 'Tsunami' Kayu dan Air Bah
Aceh Tamiang, IMC – Kabupaten Aceh Tamiang kini mencekam di bawah bayang-bayang krisis kemanusiaan setelah bencana alam yang mengguncang. Sebuah akses transportasi super vital yang menghubungkan Kecamatan Sekerak dan Kecamatan Bandar Pusaka dilaporkan ambruk total dan lenyap, dihancurkan oleh amukan banjir bandang disertai hantaman bertubi-tubi dari balok-balok kayu raksasa yang datang dari hulu sungai.
Bencana yang mengubah wajah lanskap ini diperkirakan terjadi pada Jumat pagi (28/11/25), sekitar pukul 10.00 WIB.
"Kamis malam jumat itu air sudah di atas jembatan. Pagi jumatnya, jembatan langsung putus. Ini bencana yang melumpuhkan," tutur Datok Aras Sembilan, M. Fahmi, kepada awak media indonesiamediacenter.com pada Selasa (09/12/25).
Jembatan yang kini tinggal puing adalah saksi bisu betapa ganasnya kombinasi luapan air bah dan material kayu berat yang menghantamnya tanpa ampun.
Kondisi ini jauh dari sekadar kerusakan infrastruktur biasa. Jembatan yang kini hancur lebur itu merupakan satu-satunya penghubung yang dapat diandalkan oleh ribuan warga di beberapa kecamatan terpencil. Akibatnya, wilayah Bandar Pusaka dan Sekerak kini berada dalam kondisi terisolir total.
Keterputusan akses ini segera menimbulkan kekhawatiran yang sangat mendalam mengenai upaya penyaluran logistik, bantuan kemanusiaan, dan pelayanan kesehatan darurat.
"Kami mohon segera ditindaklanjuti. Kesulitan terbesar kami saat ini adalah membawa logistik dan bantuan bagi masyarakat yang terdampak. Jembatan ini adalah NYAWA KAMI," tegasnya dengan nada yang sarat kecemasan.
Amukan banjir bandang telah merenggut akses kehidupan vital. Pemerintah daerah dan pusat dituntut untuk menunjukkan respons cepat dan tanggap darurat guna memulihkan konektivitas yang lumpuh dan mencegah tragedi krisis kemanusiaan yang lebih besar di pedalaman Aceh Tamiang.
