News Update

Menembus Gelap, Relawan Kaltim "Sihir" Air Keruh Jadi Jernih di Pedalaman Aceh Tamiang

 



Aceh Tamiang, IMC – Di tengah sisa lumpur dan duka pasca-banjir bandang, secercah harapan muncul dari kolaborasi lintas pulau. Relawan Kalimantan Timur (Kaltim) yang didampingi oleh Relawan Charity in Unity Surabaya meluncurkan aksi heroik di Desa Babo, Kecamatan Bandar Pusaka, Jumat malam (19/12/25).


Bukan sekadar bantuan logistik biasa, tim ini melakukan aksi filtrasi air bersih di sumur-sumur warga yang tercemar lumpur pekat. Di bawah temaram lampu darurat, para relawan bekerja ekstra keras demi memastikan warga tidak lagi kekurangan kebutuhan dasar paling vital: air bersih.


Kamaruddin (34), warga Dusun Salam, Desa Babo, tidak dapat menyembunyikan rasa harunya saat melihat air sumurnya kembali bening.


"Alhamdulillah, kami sangat bersyukur. Berkat bantuan dari Relawan Kalimantan Timur ini, kami akhirnya bisa minum dan mandi dengan air bersih. Ini sangat berarti bagi kami yang sedang kesulitan membersihkan diri setelah bencana," ujarnya dengan suara bergetar.


Ketua Relawan Kaltim, Andrie, menegaskan bahwa kehadiran mereka bukan kebetulan. Aksi ini merupakan instruksi langsung dari Gubernur Kalimantan Timur, H. Rudy Mas'ud, S.E., M.E., sebagai wujud solidaritas antar daerah.


"Kami melakukan filtrasi pada sumur bor dan sumur cincin milik masyarakat. Target kami jelas: warga harus bisa menikmati air bersih sekarang juga tanpa harus menunggu antrean mobil tangki yang jadwalnya tidak pasti," tegas Andrie di lokasi kegiatan.


Perjalanan menuju Desa Babo bukanlah perkara mudah. Tim harus menempuh 4 jam perjalanan dari pusat Kabupaten Aceh Tamiang dengan kondisi medan yang menantang. Namun, lelah mereka terbayar saat melihat air yang tadinya kotor berubah menjadi sangat jernih.


"Hasilnya luar biasa, airnya jernih dan bisa langsung digunakan untuk mandi maupun memasak. Kami ingin masyarakat Aceh Tamiang tahu bahwa mereka tidak sendirian," tambahnya.


Selain masalah air, Andrie juga memberikan pesan kuat bagi pemangku kebijakan. Ia menyoroti kondisi listrik yang masih padam di wilayah terdampak, yang menghambat proses pemulihan warga.


"Aceh adalah bangsa yang kuat dan hebat, saya yakin Aceh akan segera bangkit. Namun, kami meminta pemerintah segera memulihkan aliran listrik. Listrik adalah kebutuhan primer; tanpa itu, aktivitas masyarakat hari ini sangat terbatas," pungkasnya.

Latest News
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Post a Comment