News Update

Universitas Jayabaya hadir dalam Conference on Indonesian Foreign Policy (CIFP) 2025

foto : Dr. Dino Patti Djalal dalam pidato pembukaan Conference on Indonesian Foreign Policy (CIFP) 2025 

 


Universitas Jayabaya hadir dalam Conference on Indonesian Foreign Policy (CIFP) 2025

Jakarta, IMC  - Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) sukses menggelar Conference on Indonesian Foreign Policy (CIFP) 2025 pada hari Sabtu, 29 November 2025 di Kota Kasablanka, Jakarta.

Universitas Jayabaya menjadi salah satu peserta dalam Conference on Indonesian Foreign Policy (CIFP) 2025 yang bertema "Preparing for The Next World Order : Indonesia, the Global South and the West" ini. Delegasi mahasiswa Universitas Jayabaya turut berperan serta aktif dalam konferesi internasional yang dihadiri ribuan peserta ini.


Conference on Indonesian Foreign Policy- Konferensi Kebijakan Luar Negeri Indonesia (CIFP) adalah festival diplomasi tahunan yang diselenggarakan oleh Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) sejak 2015. CIFP berfungsi sebagai wadah konvergensi dinamis tempat para pemangku kepentingan kebijakan luar negeri dari seluruh Indonesia dan dunia berkumpul untuk berdiskusi secara intelektual, inklusif, dan inspiratif. Selama bertahun-tahun, CIFP telah meraih predikat sebagai "Konferensi Kebijakan Luar Negeri Terbesar di Dunia," yang dihadiri lebih dari 11.000 peserta.

CIFP adalah sebuah seminar internasional yang menampilkan atmosfer yang meriah dan penuh semangat yang dihadiri oleh ribuan orang, terutama kaum muda termasuk para mahasiswa Universitas Jayabaya.

Humas Universitas Jayabaya yang juga kebetulan adalah Dosen sekaligus Kepala Program Studi Ilmu Hubungan Internasional Universitas Jayabaya Dr. (Cand) Laila Indriyanti Fitria, M.Si mewakili Kepala Lembaga Kehumasan Universitas Jayabaya drg. Hj. Yulia Muslim Taher, FICD., M.H., menyatakan mendukung penuh Conference on Indonesian Foreign Policy 2025.

Foto : Delegasi Prodi Hubungan Internasional Jayabaya

 "Universitas Jayabaya dalam hal ini melalui para mahasiswa Ilmu Hubungan Internasional mendukung dan berpartisipasi penuh dalam CIFP 2025," ujar Dr. (Cand) Laila Indriyanti Fitria, M.Si yang hadir bersama Sekretaris Humas Jayabaya sekaligus Dosen Hubungan Internasional Jayabaya Nina Widyaswasti Aisha, M.Si dalam CIFP 2025.

Chairman FPCI Dr. Dino Patti Djalal, menegaskan bahwa tema tahun ini “Preparing for the Next World Order: Indonesia, the Global South, and the West” diangkat untuk menjawab perubahan besar dalam tatanan global.




Dr. Dino Patti Djalal menyatakan bahwa kita semua harus peduli pada The Next World Order. "Kita semua harus peduli pada The Next World Order, karena kita nanti semua hidup di dalamnya," ujar Dr. Dino Patti Djalal.

Next World Order adalah masa depan. The Next World Order dikategorikan sebagai kemunculan negara-negara middle power termasuk Indonesia, papar Dr. Dino Patti Djalal dalam pembukaan Conference on Indonesian Foreign Policy (CIFP) 2025. 





Indonesia diharapkan tidak hanya menjadi penonton The Next World Order, tapi merupakan arsitek dari terbentuknya The Next World Order itu sendiri. (Red/ LIF/ LailaIndriyantiFitria/ Nina W. Aisha)





Latest News
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Post a Comment