News Update

Tani Merdeka Aceh Tamiang Siapkan Uji Tanah untuk Demplot 50 Ha

 







Aceh Tamiang, IMC – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Tani Merdeka Aceh Tamiang bergerak cepat menindaklanjuti penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara DPW Tani Merdeka Aceh dan PT. Bio Energy Rimba. Hari ini, DPD Tani Merdeka Aceh Tamiang melakukan koordinasi penting dengan Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Tamiang untuk membahas rencana pelaksanaan program demplot (demonstrasi plot) lahan sawah seluas 50 hektare.


Program ini merupakan buah kerja sama dengan PT. Bio Energy Rimba yang memberikan kuota awal demplot 50 hektare di wilayah Aceh Tamiang. Tujuannya adalah untuk mendongkrak produktivitas pertanian melalui uji tanah komprehensif, implementasi teknologi pertanian modern, serta model budidaya yang lebih efisien dan efektif.


Ketua DPD Tani Merdeka Aceh Tamiang, M. Prawira Haji, S.Psi, menjelaskan bahwa proses akan dimulai dengan survei lapangan dan pengambilan sampel.


“Untuk tahap awal ini, kita diberikan kuota untuk mengajukan sebanyak 50 hektare lahan sawah yang akan didemplot. Langkah pertama, kami akan segera turun ke lapangan bersama Dinas Pertanian untuk mengambil sampel tanah. Sampel ini akan diuji di laboratorium guna memastikan kualitas kesuburan tanah sebelum program dimulai,” ujar Prawira Haji, Rabu (19/11/25).


Langkah DPD Tani Merdeka ini mendapat sambutan positif dari Pemerintah Daerah. Irwan Hadi, SP, selaku Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian, mengapresiasi upaya Tani Merdeka yang dinilai berhasil menjembatani kebutuhan petani dan membuka peluang peningkatan produksi yang signifikan.


“Pada dasarnya kami sangat mendukung inisiatif Tani Merdeka Aceh Tamiang, yang telah berupaya menghadirkan PT. Bio Energy Rimba bagi petani kita. Untuk rencana program demplot ini, kami menyarankan agar lokasinya diprioritaskan pada lahan-lahan ekstrem di wilayah pesisir. Di sana, produksi padi masih relatif rendah dan petani umumnya hanya mampu panen sekali dalam setahun,” jelas Irwan Hadi.


Menanggapi masukan tersebut, Prawira Haji memastikan bahwa saran untuk memprioritaskan lahan pesisir akan segera disampaikan dan dipertimbangkan oleh DPW Tani Merdeka Aceh dan pihak PT. Bio Energy Rimba.


“Saran dari Pak Kabid akan kita teruskan kepada DPW Tani Merdeka Aceh dan PT. Bio Energy Rimba. Meskipun belum seluruh lahan dapat terakomodir, kami berupaya keras agar program demplot perdana ini bisa berjalan sukses dan memberikan dampak nyata di Kabupaten Aceh Tamiang,” tutupnya.


Program demplot 50 hektare ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam meningkatkan ketahanan pangan, sekaligus memperkuat sinergi yang harmonis antara kelompok petani, organisasi Tani Merdeka, Pemerintah Daerah, dan sektor swasta.

Latest News
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Post a Comment