Puluhan Hektar Sawah Terendam, Petani Marlempang Berharap Solusi Mendesak
Aceh Tamiang, IMC – Musim penghujan yang intens selama beberapa hari terakhir telah memicu kekhawatiran serius di kalangan petani Kampung Marlempang, Kecamatan Bendahara, Kabupaten Aceh Tamiang. Puluhan hektar sawah mereka terendam banjir, mengancam potensi gagal panen (puso), terutama karena tanaman padi saat ini berada dalam fase generatif yang sangat rentan terhadap genangan air.
Kondisi ini diperparah oleh dugaan air luapan dari parit milik perusahaan yang berdekatan.
Seorang petani setempat, Zainal (55), mengungkapkan keputusasaannya, menyebutkan sawahnya telah terendam selama empat hari berturut-turut.
"Kami sangat takut gagal panen. Padi sedang dalam fase pertumbuhan. Jika terendam lebih lama, bisa mati semua. Air luapan dari parit perusahaan semakin menambah debit air, Bang," tutur Zainal pada Selasa (25/11/25).
Petani lain di Kampung Marlempang juga menyampaikan keluhan serupa. Mereka merasakan dampak langsung dari curah hujan ekstrem dan faktor alam yang terjadi akhir-akhir ini. Kekhawatiran akan puso semakin tinggi di musim penghujan seperti sekarang.
Mereka berharap adanya perhatian khusus dan tindakan segera dari berbagai pihak terkait untuk meninjau langsung lokasi dan mencari solusi bersama.
"Kami harapkan pihak Pemerintah Kampung, Perusahaan, dan Dinas terkait untuk bersama-sama mencari solusi. Musim penghujan dan cuaca ekstrem seperti ini, kekhawatiran kami akan gagal panen sangat tinggi," tegas seorang petani lainnya.
Para petani mendesak pihak yang berkompeten agar serius menanggapi keluhan ini. Sebagai jantung ketahanan pangan Negeri dan garda terdepan dalam mewujudkan cita-cita penguatan Ketahanan Pangan Nasional, mereka berharap sawah mereka dapat diselamatkan agar pasokan pangan tidak terganggu.
