Penguatan Pendidikan dan Ketahanan Pangan Desa Melalui Program Pengajaran dan Budidaya Ikan Menggunakan Kolam Bioflok Dengan Sistem Ras oleh Bem Fpik UB 2025
![]() |
Dokumentasi Pengajaran di SDN 2 Kranggan
|
Malang,
IMC- Kementerian
Sosial Masyarakat Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu
Kelautan Universitas Brawijaya (BEM FPIK UB) 2025 melaksanakan kegiatan
pengabdian masyarakat yang mencakup kegiatan pengajaran dan budidaya ikan
secara rutin setiap hari Sabtu selama bulan Oktober hingga Desember 2025.
Dokumentasi Kolam Budidaya Bioflok Dengan Sistem RAS
Dalam
rilis yang di terima media pada, Minggu (30/11/2025) Kegiatan ini diselenggarakan di SDN
02 dan SDN 03 Kranggan, Desa Kranggan, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang, Jawa
Timur, dengan partisipasi sekitar 20
mahasiswa dari tim Kementerian Sosial Masyarakat (SOSMA) dan volunteer,
serta didampingi oleh sekitar 10 mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Pemanfaatan
Sumberdaya Perikanan (KAMPESTAN).
Program pengajaran ini dirancang
untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan dasar di wilayah pedesaan
melalui penyampaian materi yang beragam, kontekstual, dan sesuai dengan jenjang
Sekolah Dasar. Selain memperkenalkan wawasan mengenai perikanan dan kelautan
sebagai potensi lokal, materi pengajaran juga menekankan edukasi pencegahan
bullying, penyalahgunaan narkoba, serta edukasi bahaya konten negatif. Materi
tersebut disajikan secara komunikatif, sederhana, dan mudah dipahami sesuai
dengan tahap perkembangan kognitif siswa.
Pembelajaran dikemas dalam bentuk diskusi ringan,
permainan edukatif, dan simulasi situasi sehari-hari agar siswa lebih aktif, antusias, dan mampu memahami nilai-nilai moral, sosial, dan
kesehatan diri dengan cara yang menyenangkan. Dengan pendekatan ini,
program tidak hanya mentransfer pengetahuan, tetapi juga menanamkan
kesadaran, empati,
serta tanggung jawab sosial
sejak dini.
“Dengan rutin melaksanakan pengajaran
ini, kami berharap dapat meningkatkan kualitas pendidikan anak di desa
sekaligus menanamkan karakter positif dan kesadaran sosial sejak dini, yang
sangat penting bagi masa depan mereka.” Berliana Aurora menyampaikan harapannya
untuk kegiatan pengajaran
Sebagai wujud implementasi program
pengabdian kepada masyarakat, BEM FPIK Universitas Brawijaya juga melaksanakan
kegiatan Fishtanable, yaitu program
budidaya ikan nila menggunakan kolam bioflok dengan sistem RAS (Recirculating Aquaculture System) untuk
mendukung ketahanan pangan dan peningkatan kapasitas masyarakat desa. Kolam bioflok
sistem RAS merupakan kolam budidaya modern yang memadukan teknologi bioflok—yakni pemanfaatan mikroorganisme
untuk mengolah limbah organik—dengan sistem RAS yang mampu mensirkulasi dan
menyaring air secara berulang, sehingga kualitas air tetap terjaga, lebih hemat
air, ramah lingkungan, dan efisien. Melalui pendekatan partisipatif, mahasiswa
bersama masyarakat setempat berhasil membangun delapan unit kolam bioflok
sebagai sarana edukasi, pelatihan, dan praktik budidaya yang ramah lingkungan
serta efisien. Setiap kolam direncanakan akan ditebar bibit ikan nila berukuran
7–8 cm sebanyak 1.000 ekor per kolam, sehingga diharapkan dapat menjadi model
pemberdayaan masyarakat berbasis teknologi akuakultur modern yang aplikatif dan
berkelanjutan.
Program ini tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi
perikanan, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi lokal melalui transfer pengetahuan, pendampingan, dan
kolaborasi aktif antara mahasiswa dan masyarakat.
Harapan Aliif Ghibthah pada kegiatan fishtanable “Melalui kegiatan budidaya
ikan nila bioflok, kami ingin membantu memperkuat ketahanan pangan desa serta mendorong
penerapan ilmu perikanan yang
bermanfaat langsung bagi masyarakat, sehingga program ini bisa menjadi contoh
keberhasilan kolaborasi antara akademisi dan komunitas.” Tutupnya. (Tim/Rls/Red)
