Optimasi Lahan Non Rawa 1.000 Hektar di Aceh Tamiang Resmi Dimulai, Dorong Peningkatan Produktivitas Pertanian Lokal
Aceh Tamiang , IMC - Program pembangunan pertanian strategis melalui Optimasi Lahan Non Rawa seluas 1.000 hektar di Kabupaten Aceh Tamiang secara resmi dimulai hari ini, Sabtu (15/11/25). Program ini digulirkan oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang melalui Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Peternakan, bertujuan untuk meningkatkan intensitas tanam dan hasil panen di lahan-lahan pertanian yang selama ini belum optimal.
Kick-off kegiatan ini dimonitor langsung oleh Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian (Kabid PSP) Dinas Pertanian, Syahputra, S.Hut, yang turun langsung meninjau pekerjaan di Desa Paya Meta, Kecamatan Karang Baru.
Program Optimasi Lahan Non Rawa ini berfokus pada pembangunan infrastruktur pertanian vital, seperti perbaikan dan pembangunan saluran air serta pengadaan alat penunjang irigasi, dengan total alokasi dana yang signifikan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2025.
Rincian Titik Proyek dan Anggaran:
Paya Meta Galian Saluran (1.200 meter) dan Pengadaan Pompa Air (2 titik) 654.718.000.
Sukajadi Paya Bujok Karang Baru Pekerjaan Saluran Baru (236 meter, 1 titik) 300.556.000.
Bukit Panjang - Saluran (173 meter, 1 titik) 182.985.000.
Alue Lhok - Pintu Air, Rumah Pompa, Saluran (250 m), Rehap (200 m). Rp. 462.530.000.
Alur Bemban - Saluran (30 meter, 1 titik) 35.466.000.
Bukit Keranji - Pintu Air dan Saluran Air (155 meter, 1 titik) 307.878.000.
"Program optimasi ini merupakan langkah konkret pemerintah untuk memastikan ketersediaan air yang memadai di lahan non rawa. Dengan adanya pembangunan dan perbaikan saluran, serta pengadaan pompa, kami berharap petani dapat segera meningkatkan frekuensi tanam dari satu kali menjadi dua kali setahun, yang otomatis akan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani," ujar Syahputra saat memantau lokasi.
Salah satu pekerjaan di Desa Sukajadi Paya Bujok, dengan nilai kontrak Rp. 300.556.000,-, dimulai sejak 03 September 2025, yang menunjukkan komitmen untuk penyelesaian proyek secara cepat dan tepat waktu sebelum masa tanam berikutnya.
Dinas Pertanian menegaskan bahwa proyek ini merupakan bagian dari upaya besar Pemerintah Daerah dalam mencapai swasembada pangan lokal dan memperkuat ketahanan pangan di Aceh Tamiang. Diharapkan kerja sama yang baik antara pemerintah, kelompok tani, dan pelaksana proyek dapat menjamin kualitas dan keberlanjutan infrastruktur pertanian yang dibangun.

