Ketahanan Pangan Aceh Tamiang: 1.000 Hektar Sawah Disokong Bibit Unggul
Aceh Tamiang, IMC – Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang terus memacu sektor pertanian sebagai tulang punggung ekonomi daerah. Hari ini, Pemkab Aceh Tamiang secara resmi menerima bantuan signifikan berupa 25 ton bibit padi unggul dari Kementerian Pertanian (Kementan) RI, sebuah langkah strategis untuk memperkuat kemandirian dan ketahanan pangan lokal.
Bantuan ini diserahkan secara simbolis oleh Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol. (Purn.) Drs. Armia Pahmi, MH, kepada perwakilan kelompok tani. Acara penyerahan berlangsung di Halaman Kantor Bupati pada Senin, 10 November 2025.
Bupati Armia menjelaskan bahwa 25 ton bibit padi tersebut secara total akan dialokasikan untuk penanaman di lahan sawah seluas sekitar 1.000 hektare yang tersebar di seluruh wilayah Aceh Tamiang.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten dan seluruh masyarakat Aceh Tamiang, kami menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, atas perhatian dan dukungan konkret ini,” ujar Bupati Armia. Beliau menegaskan bahwa bantuan bibit unggul ini merupakan upaya nyata pemerintah daerah dalam meningkatkan produksi dan mewujudkan kemandirian pangan.
Penyerahan bantuan bibit padi ini turut didampingi oleh Wakil Bupati Aceh Tamiang, Ismail, S.E.I., serta Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Peternakan (Kadistanbunnak) setempat.
Bantuan ini merupakan kelanjutan dari dukungan berkelanjutan Kementan RI kepada petani Aceh Tamiang. Sebelumnya, pada 27 Oktober lalu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman juga telah menyerahkan lima unit traktor untuk menunjang optimalisasi lahan pertanian di daerah tersebut.
“Ini adalah bukti nyata sinergi yang kuat antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang dalam mendukung sektor pertanian. Kami berharap, para petani dapat memanfaatkan bantuan bibit unggul ini secara optimal untuk mencapai hasil panen yang maksimal,” tutup Bupati Armia, sembari menegaskan komitmen Pemkab untuk menjadikan pertanian sebagai fondasi utama kesejahteraan masyarakat.
