Kepala Kejaksaan Negeri Tebo, Dr. Abdurachman: Di Balik Ketegasan Seorang Jaksa, Ada Tangan Petani yang Menyemai Keteladanan
![]() |
| Abdurachman, Jaksa Berjiwa Petani: Menyemai Sayur, Menanam Keteladanan. (Foto-foto: Youtub IG Kejari) |
Tebo, IMC — Di balik sosok tegas seorang jaksa yang sehari-hari berkutat dengan berkas perkara, ada sisi lain yang tak banyak diketahui publik. Kepala Kejaksaan Negeri Tebo, Dr. Abdurachman, S.H., M.H., ternyata piawai merawat tanaman sayur di sela kesibukannya menegakkan supremasi hukum. Tak hanya menanam, ia turun langsung mengolah tanah dan merawat sayur-sayuran seperti kangkung, cabai, sawi, hingga kacang panjang di pekarangan kantor Kejaksaan Negeri Tebo.
Dalam keseharian yang penuh tekanan, bagi Abdurachman bertani
menjadi oase. “Bertani itu bukan sekadar hobi. Ini bagian dari kepedulian
terhadap alam, sekaligus bentuk disiplin dan kesederhanaan,” ujarnya di sela
aktivitas berkebun, dikutip dari Youtub Instagram Kejari, Selasa (18/11/2025).
Kegiatan ini bukan sekadar penghijauan, tetapi juga membawa pesan edukatif. Menggunakan lahan kantor sebagai media tanam, ia ingin menunjukkan bahwa keterbatasan ruang bukan alasan untuk berhenti berkarya. “Kalau kita bisa menanam di halaman rumah atau kantor, kenapa harus beli terus di pasar? Ini soal kemandirian dan keberlanjutan,” tambahnya.
Bagi Abdurachman, aktivitas
bertanam ini juga sejalan dengan program ketahanan pangan yang dicanangkan oleh
Jaksa Agung dan Pemerintah Pusat. Ia mengembangkan metode tanam yang efisien,
termasuk hidroponik, untuk mengatasi keterbatasan lahan dan tetap produktif.
“Keterbatasan lahan tidak menjadi hambatan. Dengan hidroponik, kita tetap bisa
mendukung ketahanan pangan,” tegas Jaksa yang dikenal tegas dalam pemberantasan
korupsi.
Yang menarik, tanaman yang ia
kelola tidak hanya sebatas pajangan. “Alhamdulillah, kangkung yang baru dipanen
sudah masak. Saatnya kita jadikan santap makan siang,” ungkapnya sambil
tersenyum. Ia pun memberi contoh kepada jajarannya: setelah panen, bibit baru
harus segera disiapkan, tak boleh ada lahan yang terbiarkan kosong.
Selain memperlihatkan sisi humanisnya,
kegiatan ini sekaligus membuktikan bahwa seorang jaksa pun bisa memberi
inspirasi melalui langkah-langkah kecil yang bermanfaat. “Kita ini pelayan
publik. Apa yang kita lakukan harus bermanfaat, minimal menjadi contoh,”
ujarnya yang dalam waktu dekat ini telah berhasil mengungkap dua perkara
korupsi di wilayahnya, dengan berhasil memulihkan keuangan negara milyaran
rupiah ke kas negara.
Dengan gaya kepemimpinan yang
inovatif dan membumi, Dr. Abdurachman berhasil menanamkan nilai-nilai
keberlanjutan, kemandirian, dan keteladanan melalui cara yang sederhana namun
berdampak. Ia menunjukkan bahwa jaksa bukan hanya bertugas di ruang sidang,
tapi juga bisa menjadi pelopor gerakan positif bagi masyarakat — termasuk dalam
mewujudkan ketahanan pangan.
“Kegiatan ini diharapkan dapat
menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kemandirian pangan sekaligus
memberikan contoh positif bagi masyarakat,” pungkasnya. (Muzer)

.jpeg)
.jpeg)