Kasus Jagung Toba Unggul Bersinar 2021: Pemkab Toba Lakukan Data Manifulatif

 





Toba, IMC - Ketua KPBRT ( Komunitas Pembangunan Berkelanjutan Rakyat Toba) Firman sinaga, mengkritik kebijakan pemerintah Kabupaten Toba ( Pemkab ) Kamis ( 22/09/2022) 

Menurut Ketua KPBRT Pemerintah Kabupaten Toba memberikan data manipulative atau data pembodohan untuk menutupi kasus Jagung Toba Unggul Bersinar Rp. 6,1 Milyar (Bantuan Benih Pioner 32 yang diduga Palsu)? Sungguh data tak dapat diterima 

Informasi dari Sekda Kabupaten Toba Minggu 18 September 2022 melalui telepon seluler, bahwa bantuan benih jagung Pioner 32 tahun 2021 adalah berhasil dan produksi mencapai 12 ribu ton pada Kamis 22 Sptember 2022

Firman Sinaga (Ketua Komunitas Pembangunan Berkelanjutan Rakyat Toba/KPBRT) nyatakan itu data manipulasi. 

" Kita tak boleh biarkan pemkab Toba atau Bupati Toba Unggul Bersinar (Poltak Sitorus Red) melakukan pembohongan atau memberikan data Manipulasi ke masyarakat." Kata Firman

Menurut ketua KPBRT kalau ada hasil 12 ribu ton, maka ketika masyarakat panen Jagung selama 2 bulan untuk benih 50 ton, maka setidaknya akan ada 25 truk colt diesel setiap hari angkut hasil jagung ke luar Kabupaten Toba selama 2 bulan. 

Ketika masyarakat panen padi raya untuk kecamatan Porsea dan sekitarnya, dipastikan tak akan ada 25 truk colt diesel angkut padi ke luar Toba. 

" Berdasarkan informasi dari pemkab Toba tahun 2021, akan ada luas tanam jagung sekitar 3300 hektar. Fakta lapangan 2021, kita kan lakukan pemantauan dan ambil foto foto setiap kecamatan dimana Jagung Toba Unggul Bersinar ditanam, minimal 50 persen Jagung Toba Unggul Bersinar 2021 adalah gagal total, bahkan bisa capai 75% gagal. 

" Apa dasar mereka menyatakan berhasil dan bagaimana mereka melakukan pengumpulan data atau sampling data sehingga ada hasil jagung 12 ribu Ton?" 

Fakta lapangan, bahwa saat Bupati Toba Unggul Bersinar lakukan panen perdana di bulan November 2021, Biro Pusat Statistik (BPS) melakukan sampling dengan cara mencari petakan tanaman jagung yang tumbuh bagus.

"Mestinya BPS melakukan sampling dengan cara Stratified Random Sampling pada Petakan Jagung dan melakukan Stratified Random Sampling untuk luas 3300 hektar untuk menentukan luasan berapa persen gagal dan berhasil, Itu sama sekali tak dilakukan oleh BPS maupun Dinas Pertanian, mereka secara pasti dapat kita nyatakan melakukan manipulasi data." 

" Pada saat panen perdana, BPS dengan berani menyatakan hitungan rata-rata capaian hasil 6.72 ton per hektarnya. Untuk harga pasar komoditi jagung saat itu berada pada kisaran Rp. 4.800,- per kilo, dan jika dikalikan per hektarnya maka para petani dapat raup hasil sebesar Rp. 32.560.000 per hektarnya.

Capaian Pertanaman jagung untuk tahun 2021 meningkat dari tahun 2020 hanya 5.5 ton per ha, demikian waktu itu disampaikan kepala BPS Toba (Bapak Whenlish), " ungkap Ketua KPBRT Firman Sinaga.

Bila memang Jagung Toba Unggul Bersinar 2021 berhasil, maka para petani saat ini tahun 2022 pasti akan bertanam jagung, justru yang bertanam jagung hanyalah para petani yang sudah terbiasa bertanam jagung sebelum program Jagung Bupati Poltak Sitorus 2021. 

" Patut diduga sebuah kejahatan para gerombolan, bukan kejahatan oknum lagi, Kasus dugaan Korupsi Jagung 2021 dan Dugaan palsu Benih Jagung 2021 tak akan kita biarkan, kita sudah selalu berikan data pada seseorang pelapor. Nanti bila Polda tak usut Tuntas, maka kita akan langsung menghadap Polda untuk berikan data lagi, kenapa belum dinaikkan ke tahap penyidikan." Tutup Firman. 

Saat dihubungi melalui telepon seluler, Kepala Biro Pusat Statistik Toba ( BPS) Beliau mengatakan masih sibuk ada tugas dan saat ini berada di Medan, dan beliau berjanji akan bertemu minggu depan. 

Sampai berita ini diterbitkan Kadis Pertanian tidak dapat dihubungi, namun Sekertaris Dinas Pertanian mengarahkan agar menghubungi Kadis pertanian. (HS)



Post a Comment

Previous Post Next Post

نموذج الاتصال