Wakil Bupati Aceh Tamiang, Tengku Insyafuddin, ST : Insyaallah Dalam Satu-Dua Tahun ke Depan, Jalan Tol Akan Melintas di Kabupaten Kita






 Aceh Tamiang, IMC - Wakil Bupati Aceh Tamiang, Tengku Insyafuddin, ST, mengajak para datok penghulu dan segenap warga Rantau untuk bersiap menyambut perubahan. Ajakan ini disampaikannya saat membuka serta memberikan pengarahan dalam Musrenbang RKPD Tahun 2023 di aula Kantor Camat setempat, Selasa (8/3/22) kemarin.




Perubahan yang dimaksudkan Wabup ialah hadirnya beberapa infrastruktur baru berupa jalan tol dan kereta api serta perkembangan teknologi komunikasi dan informatika yang kian pesat hari ini.




“Insyaallah dalam satu-dua tahun ke depan, jalan tol akan melintas di kabupaten kita. Pun begitu dengan kereta api. Ini peluang. Keadaan ini mestinya mampu kita manfaatkan menjadi potensi sumber ekonomi baru warga,” terang Wabup bersemangat.




Wabup Insyafuddin kemudian melanjutkan, keberadaan tol nantinya akan memudahkan transportasi lintas Aceh-Sumut. Hal tersebut, sambungnya, menjadikan akses ke tempat kita semakin dekat dan terjangkau. Sementara di sisi lain, Aceh Tamiang punya banyak potensi wisata yang bisa dijual, baik itu wisata alam atau wisata pertanian.




“Rantau ini potensi pertaniannya cukup besar. Bisa dikreasikan untuk bikin wisata pertanian. Sawahnya lumayan luas, potensi tanaman buah juga bagus. Kampung Suka Mulia, misalnya sudah terkenal dengan jeruk pamelonya. Saya sekarang juga sedang mencoba mengembangkan jambu kristal di kebun pribadi yang juga berada di sini,” ujarnya.




Ia kemudian mencontohkan Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, yang memiliki beberapa desa wisata yang lahir dari inisiasi warga desa dan dikerjakan secara swadaya oleh mereka sendiri.




“Kita ambil pengalaman dari sana. Desa-desa wisata di sana dilahirkan secara swadaya oleh warga dengan mengoptimalkan potensi kampung mereka sendiri. Ini lagi tren sekarang. Ada kunjungan wisatawan yang membuat ekonomi warga setempat berputar. Pendapatan desa pun bertambah. Bahkan ada yang mencapai Rp. 1,2 milyar setahun. Kan luar biasa kalau desa kita bisa begini juga,” ucap Wabup lagi.




Karenanya Wabup berharap, para datok penghulu bersama warga kampung masing-masing dapat memanfaatkan dana desa dan swadaya masyarakat guna menangkap peluang yang ada di depan mata.




“Kalau kampung kita bisa punya seperti itu, saya yakin orang akan berbondong-bondong datang. Tak perlu lagi beriklan. Sekarang, orang dengan suka rela membagikan pengalamannya berwisata atau berkunjung di suatu lokasi lewat akun media sosial miliknya. Tinggal bagaimana kita bisa mengeksekusi ide atau pemikiran yang saya sampaikan tadi,” timpalnya.




Berbicara tentang musrenbang, Wabup Insyafuddin kemudian menyampaikan, program prioritas pemkab ialah pembangunan infrastruktur serta penanganan fakir miskin. Pembangunan infrastruktur difokuskan pada pembangunan jalan dan jembatan. Sementara penanganan fakir miskin difokuskan pada pembangunan rumah layak huni bagi dhuafa.




Sebelumnya, Camat Rantau, Oki Kurnia dalam laporannya menyampaikan, keluaran musrenbang diharapkan menjadi penyempurnaan dokumen usulan pembangunan dalam Kecamatan Rantau. Ia mengatakan, empat usulan prioritas dari kecamatan ialah, pembangunan rumah layak huni bagi fakir miskin, pemberdayaan ekonomi bagi ibu-ibu rumah tangga, pengadaan bibit ternak bagi penduduk kurang mampu, dan peningkatan pembangunan dan pemberdayaan di bidang pertanian.

“Keseluruhan usulan akan diutamakan bagi warga berpendapatan rendah dan fakir miskin,” sebut Oki.

Sesi diskusi musrenbang berjalan dinamis dan menarik. Acara yang berlangsung hingga siang menjelang ini dipandu oleh tim Bappeda Aceh Tamiang. Tampak hadir anggota DPRK Dapil 1, Irwan Effendi dan Tri Astuti, serta sejumlah kepala/perwakilan SKPK, dan unsur Forkopimcam Rantau. 

Post a Comment

Previous Post Next Post

نموذج الاتصال