Bupati Aceh Tamiang: Udang Vaname Bisa Ungkit Ekonomi Masyarakat Pesisir

 

Aceh Tamiang, IMC - Demikian disampaikan Bupati Aceh Tamiang Mursil, SH, M.Kn, saat melakukan panen parsial kedua udang vaname di klaster pengembangan udang vaname terintegrasi, Kampung Dagang Setia, Manyak Payed. Panen kali ini terasa istimewa karena turut dihadiri isteri Menteri Perikanan dan Kelautan yang juga Pengarah DWP KKP, Ernawati Trenggono dan sejumlah isteri pejabat eselon 1 dan eselon 2 Kementerian tersebut.

Kepada Ernawati Trenggono berserta rombongan, unsur Forkopimda, dan tamu undangan yang berhadir menyampaikan, panen parsial kedua ini dilakukan setelah tiga minggu panen parsial pertama.

“Tiga minggu yang lalu, Pokdakan Mina Jaya Tamiang telah melakukan panen parsial perdana, hari ini yang kedua kalinya. Dipanen ketiga atau keempat kita harapkan nanti Pak Menteri dapat hadir bersama kita disini,” ucap Bupati Mursil.

Bupati Mursil dalam kesempatan itu menjelaskan, panen parsial kedua ini dilakukan saat udang berusia 86 hari. Rata-rata udang yang dipanen berukuran 40-50 ekor per kg. Hasil ini diakuinya cukup menggembirakan. Bupati bahkan berani menyatakan program budidaya ini berhasil.

“Ini sudah baik sekali, membuat kita semangat untuk terus melakukan pengembangan,” kata Mursil lagi.

Mursil mengungkapkan budidaya udang vaname merupakan salah satu pilihan terbaik untuk meningkatkan perekonomian masyarakat pesisir. Saat ini kata dia, udang vaname laku di pasar dengan harga Rp. 70 ribu per kilogram.

“Harganya bagus, dan udang vaname ini cepat panennya, jadi sangat bagus bila digeluti serius,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, koordinator pelaksana teknis Balai Perikanan Budidaya Air Payau Ujung Batee, Syarifuddin menyampaikan, klaster budidaya udang vaname yang dibangun di Dagang Setia, diharapkan menjadi role model. Selain menyasar finansial, konsep yang diusung juga menjamin keamanan ekologi.

Syarifuddin lantas menerangkan keunggulan konsep klaster ini kepada Ernawati Trenggono.

“Kita buat lengkap, mulai waduk, tandon dan ipal. Jadi ini tidak hanya bercerita finansial, tapi juga teknologi,” kata Syarifuddin.

Syarifuddin memastikan teknologi yang diterapkan di Kampung Dagang Setia, menjamin ekologis terjaga. Dia pun optimis metode ini sangat layak dikembangkan di daerah lain.

“Kami berharap ini menjadi role model,” katanya lagi.

Isteri Menteri kelautan dan Perikanan yang juga pengarah DWP KKP, Ernawati sengaja datang ke Aceh Tamiang untuk meninjau langsung lokasi klaster budidaya udang vaname yang sedang dikembangkan. Dalam kunjungan ini, Ernawati bersama rombongan yang berjumlah 24 orang ikut melakukan panen parsial kedua.

Sebelum ke lokasi klaster pengembangan udang vaname, Ernawati Trenggono beserta rombongan menyempatkan diri singgah ke Galeri Dekranasda Aceh Tamiang. Di sana, Ernawati mendapatkan penjelasan seputar produk unggulan khas daerah yang tengah dikembangkan oleh Dekranasda setempat.

Tampak hadir pada kegiatan kemarin, Wabup Aceh Tamiang Tengku Insyafuddin, Sekda Asra, sejumlah Anggota DPRK Aceh Tamiang, unsur Forkopimda, para Asisten dan Staf Ahli Bupati, sejumlah Kepala OPD, Kabag Humas, Camat beserta segenap unsur Forkopimcam Manyak Payed, Datok Penghulu beserta perangkat Kampung Dagang Setia, pengurus dan anggota Pokdakan Mina Jaya Tamiang, insan pers dan para undangan yang hadir.

Post a Comment

Previous Post Next Post

نموذج الاتصال