$type=sticky$cate=0$cm=0$count=4$show=home$t=oot$snip=0$meta=0$rm=0

Sejumlah DPO Berhasil Ditangkap, Jam Intel Kejagung Sunarta Perintahkan Kejar Terus Tangkap DPO

SHARE:

  Jaksa Agung Muda Intelijen Kejaksaan Agung, Dr. Sunarta Jakarta,IMC  - Tim Tangkap Buronan ( Tabur ) khususnya Intelijen Kejaksaan di bawa...

 


Jaksa Agung Muda Intelijen Kejaksaan Agung, Dr. Sunarta


Jakarta,IMC - Tim Tangkap Buronan ( Tabur ) khususnya Intelijen Kejaksaan di bawah komando Dr. Sunarta memerintahkan kepada jajarannya untuk  terus mengejar dan menangkap Buronan yang masuk DPO ( Daftar Pencarian Orang ) dalam kasus Tindak Pidana Umum, Korupsi, Narkotika dan Tindak pidana lainnya.


Sejumlah DPO yang berstatus terpidana, tersangka dan terdakwa  telah berhasil ditangkap oleh Tim Tabur Kejaksaan Agung, Kejaksaan Tinggi dan Kejaksaan Negeri seluruh Indonesia.


" Pada Sabtu 06 November 2021 sekitar pukul 07:30 WIB s/d 13:30 WIB, Tim Tabur Kejaksaan Negeri Denpasar berhasil mengamankan Buronan Tindak Pidana Narkotika dan Tindak Pidana Pencucian Uang yang merupakan buronan dari Kejaksaan Negeri Denpasar," ujar Kapuspenkum Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak dalam siaran pers yang diterima media ini, Minggu ( 7/11/2021)


" Terpidana Nana Juhariah berhasil diamankan Tim Tabur di Apartement Grand Sungkono Lagoon Lantai 8 Kamar 0805 Surabaya," imbuhnya.


Terpidana Nana Juhariah DPO kasus Narkotika dan TPPU berhasil diamankan Tim Tabur Kejaksaan di Surabaya


Leonard mengungkapkan Terpidana Nana Juhariah merupakan pengembangan dari perkara atas nama Terpidana Hendra Kurniawan yang saat ini sedang menjalani pidana penjara selama 15 (lima belas) tahun di Nusa Kambangan, Cilacap, Jawa Tengah dengan barang bukti terkait perkara ini berupa sabu dengan jumlah atau berat bersih 404,7 gram.


Berdasarkan Putusan Mahkamah Agung Nomor 1863.K/PID/Sus/2014 tanggal 3 Juni 2015, Terpidana Nana Juhariah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja tidak melaporkan adanya Tindak Pidana Narkotika sebagaimana diatur dalam pasal 131 UU Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dan melakukan Tindak Pidana Pencucian Uang yang diketahuinya merupakan hasil tindak pidana.


Oleh karenanya kata Leo, Terpidana dijatuhi hukuman pidana penjara selama 3 (tiga) tahun dengan denda sebesar Rp 500.000.000 (lima ratus juta rupiah) dengan ketentuan bahwa apabila denda tersebut tidak dibayar maka diganti dengan kurungan selama 4 (empat) bulan kurungan penjara.


Saat menunggu putusan kasasi, Terpidana Nana Juhariah tidak lagi berada atau berdomisili di Bali, dan setelah permohonan kasasi Jaksa Penuntut Umum dikabulkan oleh Mahkamah Agung, Kejaksaan Negeri Denpasar bergerak cepat dengan mengirimkan surat pemanggilan kepada Terpidana, namun Terpidana tidak pernah memenuhi panggilan untuk dieksekusi dan tidak menyampaikan alasan yang jelas.


Kemudian berdasarkan hal tersebut, Kepala Kejaksaan Negeri Denpasar menetapkan Terpidana Nana Juhariah sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO). Upaya lain yang dilakukan yaitu melalui Kepala Seksi Tindak Pidana Umum Kejaksaan Negeri Denpasar telah mengirim nota dinas kepada Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Denpasar perihal Permohonan Pengajuan Pemantauan dan Penangkapan Atas Nama Terpidana Nana Juhariah tanggal 20 September 2021.


Kemudian sebagai tindak lanjut dari nodis Kepala Seksi Tindak Pidana Umum, Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Denpasar telah mengrimkan IN 19 (Surat Permohonan Pemantauan) pada tanggal 20 September 2021 perihal Bantuan Pemantauan / Pengamanan Terpidana Atas Nama Nana Juhariah yang ditujukan kepada Kepala Kejaksaan Tinggi Bali.


Selanjutnya Kepala Kejaksaan Negeri Denpasar Yuliana Sagala membentuk Tim Gabungan Tindak Pidana Umum dan Tim Intelijen Kejaksaan Negeri Denpasar untuk melakukan pemantauan, dan kurang lebih selama 3 (tiga) minggu terakhir, Tim Gabungan mendapat laporan dari masyarakat akan keberadaan dari Terpidana Nana Juhariah di Kota Surabaya. 


Berdasarkan Informasi yang diperoleh dari masyarakat tersebut, Tim Gabungan Intel dan Pidum Kejaksaan Negeri Denpasar didukung oleh Kejaksaan Tinggi Bali bergerak cepat mengawasi sekitaran Jalan Dukuh Kupang XXI/36 Kecamatan Dukuh Kupang, Kota Surabaya, dan di Grand Sungkono Lagoon, Kecamatan Dukuh Pakis, Kota Surabaya.


Akhirnya Terpidana berhasil diamankan di Apartement Grand Sungkono Lagoon Lantai 8 Kamar 0805 yang dipimpin langsung oleh Kepala Seksi Tindak Pidana Umum Kejaksaan Negeri Denpasar, dan didukung Jaksa Penuntut Umum, Tim Intelijen Kejaksaan Negeri Denpasar, serta Kejaksaan Tinggi Bali. 


Setelah Terpidana berhasil diamankan, selanjutnya Terpidana segera diberangkatkan dari Surabaya menuju Denpasar menggunakan pesawat dengan mematuhi protokol kesehatan melalui pemeriksaan kesehatan dan swab antigen dengan hasil Terpidana sehat dan negatif Covid-19.


Setelah tiba di Bandara Ngurah Rai Bali pukul 18:43 WITA, Tim Gabungan Tindak Pidana Umum dan Tim Intelijen Kejaksaan Negeri Denpasar dengan didukung Kejaksaan Tinggi Bali langsung membawa Terpidana Nana Juhariah ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Kerobokan Denpasar untuk dilaksanakan eksekusi pidana penjara. ( Muzer )


COMMENTS

Iklan

[/fa-book/ THE LATEST NEWS]_$type=blogging$cate=2$count=3&snip=0