$type=sticky$cate=0$cm=0$count=4$show=home$t=oot$snip=0$meta=0$rm=0

Pemindahan Makam Jaksa Agung RI Pertama ke Taman Makam Pusara Adhyaksa

SHARE:

    JAKARTA - Insan Adhyaksa haruslah sudah paham betul apa yang menjadi risiko dan konsekuensi dalam menjalankan tugas, fungsi dan kewe...

 



 

JAKARTA- Insan Adhyaksa haruslah sudah paham betul apa yang menjadi risiko dan konsekuensi dalam menjalankan tugas, fungsi dan kewenangan semenjak berikrar menjadi seorang Adhyaksa, untuk itu jangan takut dan janganlah ragu dalam menjalankan tugas dalam proses penegakan hukum.

“ Marilah kita tauladani apa yang dicontohkan oleh Jaksa Agung ( alm ) Mr. (Meester in de Rechten) R. Gatot Taroenamihardja dalam pelaksanaan tugas sehari-hari,” ujar Jaksa Agung Burhanuddin dalam sambutannya yang dibacakan Wakil Jaksa Agung yang juga selaku Ketua Umum PJI ( Persatuan Jaksa Indonesia, Setia Untung Arimuladi, pada upacara pemindahan makam Jaksa Agung RI (alm) Gatot Tanumihardja, di Taman Makam Pusara Adhyaksa, Pondok Rajeg, Cibinong, Jawa Barat, Kamis (25/11/2021).

Pada kesempatan ini Jaksa Agung mengapresiasi dan ucapan terimakasih kepada Pengurus Pusat Persatuan Jaksa Indonesia (PJI) dalam proses pemindahan makam almarhum R Gatot Taroenamihardja dari Taman Pemakaman Umum (TPU) Menteng Pulo ke Taman Makam Pusara Adhyaksa di Cibinong.

“Saya secara pribadi maupun atas nama pimpinan Kejaksaan RI, menyampaikan apresiasi dan ucapan terimakasih kepada Pengurus Pusat Persatuan Jaksa Indonesia (PJI) dalam proses pemindahan makam beliau dari Taman Pemakaman Umum (TPU) Menteng Pulo ke Taman Makam Pusara Adhyaksa di Cibinong secara baik dan lancar,” kata Jaksa Agung.


Jaksa Agung berharap melalui kegiatan ini jangan hanya diartikan sebagai sebuah kegiatan simbolis semata, tapi harus mampu menangkap makna bahwa para Adhyaksa penerus menempatkan sosok Jaksa Agung Mr. R. Gatot Taroenamihardja sebagai sosok panutan dan menjadi idola setiap jaksa.

“ Selain itu kegiatan ini terkandung maksud bahwa para Adhyaksa  muda tidak akan pernah melupakan senior dimana disetiap insan Adhyaksa juga memiliki keterikatan bathin satu sama lain,” ucapnya.

Jaksa Agung juga mengungkapkan bagaimana peran dan sosok Jaksa Agung Mr. R. Gatot Taroenamihardja bagi bangsa dan negara Indonesia. Seperti diketahui, Mr. R. Gatot Taroenamihardja merupakan Jaksa Agung Republik Indonesia pertama, yang mengemban tugas sebagai Jaksa Agung sebanyak 2 (dua) kali yaitu pada 1 Oktober 1945 sampai dengan 24 Oktober 1945 dan pada 1 April 1959 sampai dengan 22 September 1959.

Sosok yang lahir di Sukabumi pada 24 November 1901 ini pernah menjabat sebagai Hakim Ketua di Purwokerto, Penasihat Hukum, Pejabat Tinggi Kementerian Kehakiman dan Pejabat Departemen Kehakiman.


“ Meskipun masa tugas beliau sebagai Jaksa Agung relatif singkat, namun beliau bertekad untuk membersihkan negara ini dari korupsi,” ungkapnya.

Semasa hidupnya dikenal sebagai figur yang berani, tegas, berwibawa, dan gigih dalam mempertahankan serta menjunjung tinggi hukum di Indonesia.

“ Bahkan beliau tidak segan mempertaruhkan nyawanya demi mempertahankan integritas, dedikasi dan pendiriannya dalam menjunjung tinggi supremasi hukum terlihat dalam penanganan perkara,” ujarnya.

“ Semasa hidupnya, beliau telah mengemban amanah dan mendedikasikan segenap kemampuan terbaiknya untuk membuat fondasi institusi Kejaksaan dalam menyelenggaranya penegakan hukum yang baik. Sebuah kontribusi positif yang manfaat besarnya kita rasakan nyata sekarang ini,” imbuhnya.

 

Akhirnya, ikhtiar yang dilakukan dengan memindahkan makam Jaksa Agung RI pertama dan kelima  ke Taman Makam Pusara Adhyaksa ini memang tidak akan pernah sebanding dengan kontribusi almarhum bagi Kejaksaan.

“Untuk itu semoga dengan ditempatkannya beliau di Taman Makam Pusara Adhyaksa ini kita dapat terus mengenang dan mewujudkan harapan beliau dalam pelaksanaan tugas, fungsi dan wewenang kita dalam proses penegakan hukum,” jelasnya.

Meskipun almarhum sekarang sudah tidak dapat kita temui secara langsung, namun semangat, dedikasi dan keteladanan dari Jaksa Agung Mr. R. Gatot Taroenamihardja akan terus dapat di rasakan hingga hari ini dan akan terus melekat di hati sanubari setiap insan Adhyaksa.

Sementara pada kesempatan yang sama, turut hadir mewakili keluarga almarhum R.Gatot Taroenamihardja, Pradana R. Gandasubrata menyampaikan ucapan terimakasih dan penghargaan setinggi tingginya kepada Pimpinan Pusat Persatuan Jaksa Indonesia dan seluruh jajaran keluarga besar Kejaksaan RI.  

“ Kami atas nama keluarga besar Bapak R Gatot Taroenamihardja menghaturkan penghargaan setinggi tingginya dan ucapan terimakasih sebesar sebesarnya kepada Bapak Jaksa Agung RI dan Bapak Wakil Jaksa Agung RI yang juga selaku Ketua Umum Persatuan Jaksa Indonesia beserta seluruh jajaran keluarga besar Kejaksaan RI, atas segala perhatian dan penghormatan kepada almarhum Bapak R. Gatot Taroenamihardja hingga terlaksana pemindahan makam almarhum dari Taman Pemakaman Umum Menteng Pulo Jakarta Selatan ke Taman Makam Pusara Adhyaksa di Pondok Rajeg, Cibinong Kabupaten Bogor,” ucap Pradana R. Gandasubrata di dampingi Adiknya dan ahli waris almarhum saat hadir pada pemakaman di Pusara Adhyaksa.

Selanjutnya Pradana mewakili keluarga almarhum menjelaskan dari sil-silah hubungan keluarga dan kekerabatan dengan almarhum.

“ Ayahanda kami almarhum Purwoto Gandasubrata adalah ketua Mahkamah Agung RI yang ke 8, almarhum R. Gator Taroenamihardja merupakan paman dari alhamrhum Purwoto Gandasubrata, untuk lebih jelasnya, ibu kandung Purwoto Gandasubrata yaitu ibu Siti Subinjei Taroenamihardja merupakan adik dari almarhum R.Gatot Taroenamihardja,” ungkap Pradana.

Hadir pada upacara pemindahan makam tersebut, Jaksa Agung Muda Pembinaan (Jambin) Kejaksaan RI, Bambang Sugeng Rukmono, Jaksa Agung Muda Pidana Militer (Jampidmil) Kejaksaan RI, Anwar Saadi, Jaksa Agung Muda Pengawasan (Jamwas) Kejaksaan RI, Amir Yanto, Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan ( Kabadiklat ) Kejaksaan RI Tony Spontana, Sekretaris Jaksa Agung Muda Pidana Umum (Sesjampidum), Yunan Harjaka, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Barat, Asep N Mulyana, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Cibinong, Agustian Sunaryo, Kajari Kota Bogor, Sekti, Kajari Depok Sri Kuncoro, dan sejumlah pejabat Kejaksaan penting lainnya. ( Muzer )

COMMENTS

Iklan

[/fa-book/ THE LATEST NEWS]_$type=blogging$cate=2$count=3&snip=0