$type=sticky$cate=0$cm=0$count=4$show=home$t=oot$snip=0$meta=0$rm=0

4 Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara dalam Membangun Pendidikan

SHARE:

  Lhokseumawe, IMC - Setahun lebih perjalanan covid 19 yang hinggap di bangsa ini memberi dampak yang cukup besar dalam dunia pendidikan yan...

 



Lhokseumawe, IMC - Setahun lebih perjalanan covid 19 yang hinggap di bangsa ini memberi dampak yang cukup besar dalam dunia pendidikan yang dalam proses belajar mengajarnya dilakukan dengan cara belajar dari rumah tanpa ada dialog langsung maupun penilaian proses belajar dari pengajar terhadap siswa maupun mahasiswa.


Ditengah kondisi tersebut Bang Muslim, SHI., MM, Anggota MPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, dalam kesempatan sosialisasi 4 Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara dilaksanakan di Kota Lhokseumawe dengan peserta yang hadir dari pemuda, pemudi dan mahasiswa, 31 Maret 2021. 


Kegiatan ini dipandu oleh Moderator dari Mahasiswa dan pematerinya diantara Bang Muslim dan H. Tantawi serta akademisi. 


Pada sesi pertama, Bang Muslim, mengutarakan pendidikan merupakan pembangunan peradaban manusia yang menentukan sebuah negara dan daerah itu maju dengan SDM yang lahir dari pendidikan dengan adanya pengembangan yang terus dikelola maupun didorong oleh pemerintah dan daerah.


4 Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara memiliki 'roh' dan tanggungjawab yang harus dilakukan pemerintah terjadinya kemajuan pendidikan dengan lahirnya SDM yang handal serta mampu menjawab tantangan zaman, lanjut Bang Muslim.


H. Tantawi, pemateri kedua, mengatakan pembangunan pendidikan di daerah adalah bagian cita-cita dari spirit 4 Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara yang diturunkan dengan adanya kebijakan UU yakin 20% Alokasi untuk Pendidikan dalam APBN untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.


Doni, seorang mahasiswa, dalam sesi tanya jawab mengungkapkan pandangan bahwa dengan kondisi covid 19 ini pendidikan kehilangan arah untuk menjawab tantangan ke depan itu disebabkan proses belajar semata hanya memenuhi penilaian mata pelajaran bukan adanya pengembangan siswa atau mahasiswa dalam proses belajar.


Inilah yang sangat dikhawatirkan dari proses belajar yang diterapkan saat covid 19 melanda. Perlu adanya sistem penguatan kajian teori maupun pengembangan proses belajar bagi pengajar dalam menghadapi bencana yang terjadi, tambah Doni.


Pendidikan adalah katalisator yang harus dibangun berdasarkan kebutuhan bangsa dan daerah ini terhadap potensi maupun modal sosial yang dimiliki. Dan 4 Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara harus mengkaji ulang pendidikan yang selalu berganti sistem disaat telah terjadi pergantian pemerintah yang baru serta proses belajar saat bencana melanda perlu ada rumusan progresif, ungkap Bang Muslim saat menutup kegiatan sosialisasi kali ini. (BHN)

COMMENTS

Iklan

[/fa-book/ THE LATEST NEWS]_$type=blogging$cate=2$count=3&snip=0