KJRI Jeddah Pulangkan WNI Bermasalah yang Berangkat Bekerja ke Arab Saudi dengan Visa Ziarah

SHARE:

Jeddah, IMC -  Konsulat Jenderal RI (KJRI) Jeddah memulangkan 21 WNI bermasalah dari Jeddah Arab Saudi. Mereka tiba di tanah air Selasa, 15 ...



Jeddah, IMC - Konsulat Jenderal RI (KJRI) Jeddah memulangkan 21 WNI bermasalah dari Jeddah Arab Saudi. Mereka tiba di tanah air Selasa, 15 Desember 2020 dengan maskapai Garuda yang berangkat dari Jeddah Senin malam.

Sebagian besar dari rombongan WNI yang dipulangkan adalah kaum perempuan.  Mereka diberangkatkan ke Arab Saudi oleh para oknum penyalur tenaga kerja ke Arab Saudi dengan visa ziarah (kunjungan). Para oknum tersebut bekerja sama dengan perusahaan perekrutan tenaga kerja (recruitment agency) di Arab Saudi.

Setibanya di Arab Saudi, para WNI tersebut kemudian disalurkan oleh perusahaan yang merekrut mereka ke sejumlah rumah tangga untuk bekerja sebagai Asisten Rumah Tangga (ART) dengan sistem sewa dan tarif yang cukup tinggi. Sayangnya, upah yang diterima oleh para WNI tersebut sangat kecil.

Karena tidak tahan, mereka memilih kabur dari rumah majikan ke KJRI Jeddah. Kepada petugas, para WNI bermasalah tersebut mengaku  dipaksa bekerja di rumah pengguna jasa tanpa mengenal jam istirahat.

[next]


Konsul Jenderal RI Jeddah, Eko Hartono, menyesalkan ulah sejumlah pihak yang nekad memberangkatkan WNI untuk bekerja sebagai ART di Arab Saudi dengan visa ziarah. Pasalnya, WNI tersebut tidak dilindungi dengan perjanjian kerja dan dokumen pendukung yang semestinya, sehingga menyulitkan Perwakilan RI untuk memberikan pembelaan hukum jika terjadi wanprestasi.

Konjen Eko Hartono menegaskan pada setiap pertemuan dengan warga, khusus untuk pekerjaan sektor domestik, pemerintah hingga saat ini masih berpegang pada kebijakan yang berlaku, yaitu moratorium pengiriman tenaga kerja untuk sektor domestik.

Ditambahkan Konjen, Pemerintah Indonesia telah memberlakukan moratorium sejak 2011, dan diperkuat lagi pada 2015 dengan penghentian pengiriman tenaga kerja untuk sektor domestik, seperti pembantu rumah tangga atau sopir pribadi keluarga, ke seluruh negara di timur tengah termasuk Arab Saudi, melalui Permen Tenaga Kerja RI No 260 Tahun 2015. 

“Jadi, saya ulangi sekali lagi, sangat sangat berisiko berangkat ke Arab Saudi untuk bekerja secara _unprocedural_. Hampir setiap hari kami menerima WNI perempuan yang kabur dari rumah pengguna jasa karena menjadi korban eksploitasi,” ucap Konjen Eko Hartono.

[next]


Sementara, Pelaksana Fungsi Konsuler-1 KJRI Jeddah, Safaat Ghofur, berpesan kepada rombongan WNI yang dipulangkan agar tidak mengulangi kesalahan yang sama di masa mendatang dan tidak mudah termakan dengan bujuk rayu calo.

“Kami juga berharap ibu-ibu sekalian turut membagikan pengalaman pahit ibu ke kerabat atau orang-orang terdekat, agar tidak menjadi korban percaloan dan tidak mengalami hal serupa,” ujar Safaat yang merangkap Koordinator Pelayanan dan Pelindungan Warga saat melepas keberangkatan rombongan.

KJRI Jeddah menegaskan akan menggandeng berbagai instansi terkait, termasuk Bareskrim Polri untuk memburu para oknum penyalur dan mengambil tindakan tegas terhadap mereka, termasuk pihak-pihak yang terlibat. (red)

COMMENTS

[/fa-book/ THE LATEST NEWS]_$type=two$m=0$rm=0$h=400$c=2