Firman Sinaga : PT Toba Pulp Lestari Tbk, Genocide Corporate, Acta 54 Harga Mati !!

SHARE:

Toba,IMC - Bersama warga toba Ketua GTA 54 ( Gerakan Tuntut Akta 54 ) Firman Sinaga mengantarkan surat pemberitahuan unjuk rasa ke Mapolres ...


Toba,IMC - Bersama warga toba Ketua GTA 54 ( Gerakan Tuntut Akta 54 ) Firman Sinaga mengantarkan surat pemberitahuan unjuk rasa ke Mapolres Toba di Siantar narumonda ( 24 /09/2020 )


Adapun aksi demo tersebut di sebabkan kegagalan mediasi yang dilakukan oleh Koramil 13 Porsea dan Kasat Intel Polres Toba untuk meminta Direktur PT Toba Pulp Lestari, Tbk ( PT TPL ) bertemu dengan masyarakat atas tuntutan Akta 54.


"Kami warga toba, Organisasi kepemudaan, LSM, akan mengadakan unjuk rasa damai terhadap PT Toba Pulp Lestari Tbk, untuk menyatakan menolak tegas akta 05 yang merugikan warga toba dan mengembalikan akta 54 sebagai harga mati! " Ujar Firman


" Unjuk rasa akan kita laksanakan sesuai surat pemberitahuan yang kita sampaikan pada Polres Toba, yaitu pada hari senin sampai Rabu ( 28 - 30 September 2020 ), untuk saat ini warga toba yang bergabung diperkirakan 200 orang," Ungkap Firman Sinaga


"Kita telah menyiapkan 4 Truk Colt Diesel untuk membawa massa, kendaraan roda dua dan roda empat tak terbatas,  sound sistem dan 3 buah spanduk yang bertuliskan " ACTA 54 HARGA MATI, PT TPL GENOCIDE CORPORATE "


Adapun rute unjuk rasa dari Bengkel Naga motor yang beralamat di jalan lintas sumatra, Patane V, Kecamatan Porsea, menuju Kantor Koramil 13 Porsea lalu menuju ke kantor Polres Toba, serta  berkeliling mensosialisasikan hak masyarakat toba tentang Akta 54 selanjutnya menuju PT TPL dan kembali ke Bengkel Naga Motor.


Firman Sinaga juga mengungkapkan PT TPL telah mengundang dirinya dan rekan rekan untuk hadir dalam pertemuan di perusahaan itu pada Kamis 24 September 2020 pukul 14.00 WIB. namun dalam undangan tersebut peserta dibatasi hanya 3 orang.

 Mewakili warga 3 orang,  dari Polres 1 orang, dari Koramil 1orang  dan 3 orang yang mewakili perusahaan undangan. tersebut kami tolak," Ungkap Firman


Selaku Sekjen GTA 54, Edisanto Panjaitan menyayangkan surat undangan PT TPL hanya ditujukan pada 3 orang perwakilan masyarakat, sementara warga sudah mengajukan 35 orang untuk hadir. “Kami takut dianggap masyarakat nanti damai-damai dengan PT TPL, makanya kami putuskan batal ikuti pertemuan itu,” kata Edisanto.


Dalam kesempatan itu pengacara Boasa Simanjuntak, SH.MH, menilai gerakan warga yang dimotori Firman Sinaga dan kawan-kawan tidak boleh dianggap enteng perusahaan. Ia bahkan mengatakan saat ini sudah perlu dibentuk “Panitia Gerakan Tuntut Akta 54”.


“Karena ini adalah representasi aspirasi masyarakat, tidak menutup kemungkinan warga kabupaten Toba meluapkan amarahnya,”tegas Boasa. (HS)

COMMENTS

[/fa-book/ THE LATEST NEWS]_$type=two$m=0$rm=0$h=400$c=2