PT Toba Pulp Lestari, Tbk Serahkan Bantuan Perlengkapan Budidaya Lalat BSF

SHARE:

Toba,IMC - Tim Humas PT Toba Pulp Lestari berkunjung kerumah salah seorang warga penggiat Budidaya Lalat BSF (Black Soldier Fly) Di Desa ...


Toba,IMC - Tim Humas PT Toba Pulp Lestari berkunjung kerumah salah seorang warga penggiat Budidaya Lalat BSF (Black Soldier Fly) Di Desa Banjar Ganjang,Kecamatan Parmaksian Kabupaten Toba, Jumat (28/08/2020)

Kunjungan dari tim humas PT TPL tersebut dalam rangka meninjau dan menyerahkan bantuan perlengkapan  budidaya Lalat BSF kepada Kurniara Br Simanjuntak.

PT TPL melalui staf humas Hotner tampubolon, R Fandoli simamora dan Hema butar butar, mengatakan bahwa bantuan tersebut merupakan program sosial terhadap masyarakat, sebagai implementasi kepedulian perusahaan terhadap masyarakat.

Kurniara simajuntak sebagai penggiat Budidaya Lalat BSF mengungkapkan kepada awak media MCI ( Media Center Indonesia ) bahwa kegiatan tersebut dimulai sekitar 6 bulan yang lalu, adapun media yang digunakan sangat mudah, hanya menggunakan media sampah organik basah berupa sisa buah, sayuran dan makanan.

"Saat ini saya biasa pesankan agar limbah sayur dan buah tersebut ditaruh ke goni kepada para pedagang di pasar Porsea, daripada membusuk bisa dimanfaatkan," Kata Kurniara.

Selanjutnya Kurniara menjelaskan bahwa perkembangan Lalat BSF sangat cepat, karena dari pasangan lalat bisa menghasilkan ratusan telur , lalat BSF bertelur di tumpukan kayu yang sudah di sediakan, lalu telur telur BSF tetsebut selanjutnya akan di pindahkan ke media dedak sebelum menetas yang biasanya 4 sampai 5 hari, setelah menetas maka dipindahkan ke media sampah organik basah, setelah 15 hari barulah magot tersebut bisa dipanen, menurut Kurniara magot mengandung protein yang tinggi untuk di jadikan pakan ternak burung, ayam juga pakan lele dan berbagai jenis ikan.

Magot disebut juga pre-pupa yang perkembangbiakannya hanya 14 hari sebelum menjadi lalat, setelah bertelur lalat tersebut mati.

"Saat ini bisa menghasilkan magot lebih kurang 30 kilogram perhari dan saat hanya kami pakai untuk pakan ternak pribadi, beberapa tetangga sekitar ada juga yang membeli seharga Rp 15.000 per kilogramnya," Kata Kurniara yang merupakan istri dari Johan manik yang nuga merupakan karyawan PT TPL.

Kurniara simanjuntak mengucapkan terima kasih atas bantuan perlengkapan budidaya lalat BSF yang di berikan oleh PT TPL, dengan bantuan tersebut harapannya perkembangan budidaya yang ditekuninya akan lebih baik lagi.(HS)

COMMENTS

[/fa-book/ THE LATEST NEWS]_$type=two$m=0$rm=0$h=400$c=2