SK Pemecatan Perawat RSUD Sayang Cianjur Ditinjau Inspektorat, Sang Suami Siapkan LBH PP

SHARE:

Cianjur, IMC - M.Riksa Iman Pribadi SE, sebagaimana telah diberitakan sebelumnya, telah menyampaikan surat keberatan kepada pihak RSUD Sa...


Cianjur, IMC - M.Riksa Iman Pribadi SE, sebagaimana telah diberitakan sebelumnya, telah menyampaikan surat keberatan kepada pihak RSUD Sayang - Cianjur, atas pemecatan secara tidak hormat terhadap sang istri, Jumat lalu (17/7).

"Alhamdulilah hari ini surat sudah dijawab oleh pihak RSUD, inti dari jawaban surat tersebut bahwa pihak RSUD masih menunggu hasil pemeriksaan dari inspektorat Pemda Kab.Cianjur," jelas Riksa saat di temui di Sekretariat MPC Pemuda Pancasila Cianjur, Senin, 20 Juli 2020.

Ia memaparkan, seusai dilayangkannya surat protes kepada pihak RSUD, inspektorat Kab.Cianjur mewakili Pemda, melaksanakan konferensi pers. Yang intinya Pemda memerintahkan inspektorat untuk memeriksa SK Pemecatan tersebut.

"Jikalau tidak ada jawaban yang memuaskan dari pihak RSUD Kabupaten Cianjur termasuk pihak Pemda, kita akan menempuh jalur hukum," ujar Riksa,  mewakili sang istri, Rismayanti.

"Kita akan mengirimkan surat balasan kepada RSUD untuk menanyakan berapa lama Pemda, dalam hal ini inspektorat bisa memutuskan terkait kejelasan SK tersebut," imbuhnya.

Saat ditanyakan apakah SK pemecatan ini ada kaitannya dengan posisi beliau sebagai tokoh masyarakat/penggiat organisasi?

"Diluar akal sehat saya pribadi memang kegiatan saya kental dengan aktivitas Parpol," ujar pria yang pernah menjadi anggota DPRD di salah satu Parpol ini.

"Termasuk 2019 kemarin saya menjadi salah satu Caleg di Parpol. Tetapi dari sejak saya menjadi Caleg dan menjadi anggota DPRD, terus kemarin menjadi caleg lagi, istri saya belum pernah menjadi anggota Parpol tersebut, apalagi menjadi pengurus," timpalnya.

(M.Riksa beserta Kuasa Hukum dari LBH PP)

Riksa Tegaskan Istri Tidak Pernah Terlibat Parpol

"Kalau mau sewaktu 2014 - 2019 saat saya menjadi anggota DPRD, istri saya menjadi anggota Parpol. Tetapi itupun tidak pernah terjadi, karena istri saya berpandangan bahwa beliau adalah seorang pekerja, ibu dari 3 orang anak, bukan seorang politisi !" Jelas Riksa.

"Jadi memang dari dulu istri saya konsen untuk menjadi seorang pekerja di RSUD Kab Cianjur. Yang awalnya masuk dari 2012, menjadi tenaga kontrak, meningkat menjadi tenaga harian lepas, terus menjadi tenaga honor,  dan terakhir menjadi pegawai tetap RSUD Kab.Cianjur," papar Riksa.

Riksa menegaskan, walau ia terjun di dunia politik, sang istri belum pernah sekalipun ikut berkampanye ke lapangan,  karna menyadari posisinya sebagai seorang pekerja yang mempunyai tugas dan tanggung jawab didalam pekerjaannya.

Ia pun  menjelaskan, seandainya tidak mendapat jawaban yang memuaskan atas SK yang dinilai ngawur tersebut, ia akan menuntut keadilan untuk istrinya, dengan didampingi kuasa hukum.

"Karena memang saya tergabung didalam sebuah ormas (Pemuda Pancasila), dimana didalam ormas ini ada LBH. Jadi secara otomatis apabila anggotanya terkena masalah hukum,  secara otomatis LBH PP pasti akan bertindak," ujar pria yang menjabat sebagai Sekretaris MPC PP ini.


Management RSUD Sayang Cianjur Patut Dibenahi

Riksa berharap dengan adanya kejadian ini pihak Rumah Sakit lebih membenahi manajemen RSUD agar tetap menjadi Rumah Sakit terbaik di kota Cianjur

Memang sangat disayangkan... disaat pendemi Covid-19, tenaga medis yang notabene berada di garis depan,  seharusnya mendapat penghargaan atas dedikasinya. Namun kenyataannya mendapat perlakuan yang tidak adil, dengan adanya pemecatan secara sepihak terhadap tenaga medis. (Yeni)

COMMENTS

[/fa-book/ THE LATEST NEWS]_$type=two$m=0$rm=0$h=400$c=2