Masa Pandemi Dagangan Sepi, Modal Tak Kembali, Jak Preneur PPAPP Mampang Berikan Solusi

SHARE:

Jakarta, IMC – Sudah lebih dari dua bulan, pandemic covid-19 membawa dampak buruk bagi kegiatan usaha mikro kecil. Tidak sedikit yan...




Jakarta, IMC – Sudah lebih dari dua bulan, pandemic covid-19 membawa dampak buruk bagi kegiatan usaha mikro kecil. Tidak sedikit yang gulung tikar, jangankan bayar cicilan, untuk mencukupi kehidupan saja sulit didapatkan. Jeritan hati pelaku UMKM ini kerap terdengar lembut tapi menyayat hati. Kelesuan usaha tidak hanya dirasakan oleh mereka yang berdagang mandiri, namun dirasakan pula oleh para pelaku usaha mikro kecil yang tergabung dalam program unggulan Gubernur DKI Jakarta dalam upaya menumbuhkembangkan wirausaha di Ibukota, yakni Jak Preneur.
Kesulitan keuangan bagi pelaku usaha binaan Jak Preneur ini terbukti dari jumlah pengajuan restrukturisasi kredit kepada Bank DKI yang mencapai 2.116 debitur. Sebanyak 4,9% atau 103 debitur adalah debitur yang merupakan peserta Jakpreneur. Tidak terkecuali, kesulitan juga dialami oleh pelaku usaha yang menjadi binaan Sudin PPAPP Kec. Mampang Prapatan Jakarta Selatan. “Selama covid-19 tidak bisa bayar angsuran, dagangan drop banget,” tutur Tina, pemilik warung sembako ‘Tina’ salah satu UMKM binaan Sudin PPAPP Kec. Mampang Prapatan.

Bukan hanya turun omset, tidak sedikit yang sama sekali tidak bisa menjalankan usahanya karena alasan sepi pembeli sehingga modal tidak kembali. Kondisi seperti ini mengetuk hati Syaefudin selaku pihak yang diberikan tugas untuk mendampingi pelaku UMKM di bawah binaan Sudin PPAPP Jakarta Selatan untuk wilayah Mampang Prapatan. Berbekal modal budaya dan modal social yang cukup baik, Syaefudin berkoordinasi dengan Hendra Agus Susanto, salah satu UMKM binaannya yang tetap bertahan dengan bisnisnya meskipun pandemic covid-19 melanda seluruh negeri.

Hendra (34) pemilik Kharisma Katering ini tetap bertahan dan justru mengembangkan unit usahanya. Bukan hanya catering, kini Hendra menjadi penyuplai telur ayam, daging sapi, ayam potong dan beberap frozen food seperti Dimsum dan Bakso, yang diproduksi sendiri untuk dipasarkan ke masyarakat dan restoran sekitar Mampang Prapatan.

Melihat kondisi rekan-rekan pelaku usaha yang kurang beruntung dalam kondisi wabah corona ini, Hendra tergugah hatinya karena merasa satu balutan Jak Preneur dalam satu naungan Sudin PPAPP Kec. Mampang untuk membantu mereka supaya tetap dapat menjalankan usahanya. Rekan-rekan diberikan peluang untuk menjadi Reseller telur ayam tanpa modal. Dengan system setoran tiap sore, para pelaku usaha ini yang semula berhenti berdagang, kini mulai bangkit dan dapat mencukupi kebutuhan sehari-hari.

“Temen-temen saya kirimin telor pagi, masing-masing 15 – 50 kg, kemudian sorenya mereka setor sesuai yang laku terjua,” kata Hendra, mantan chef hotel yang beralih menjadi pengusaha catering ini kepada Indonesia Media Center, Selasa (3/6/20200, melalui whatsapp.
Kharisma Katering milik Hendra berlokasi di jalan Bangka XI No. 67 Mampang Prapatan Jakarta Selatan. Ayam bakar bumbu rempah adalah menu andalan yang banyak dipesan oleh pelanggan di Kharisma Katering. Aroma khas rempah dan kelezatan rasanya membuat Kharisma Katering tak pernah sepi orderan. Ditambah dengan unit usaha telur, daging dan ayam potong, membuat perputaran bisnis milik laki-laki kelarhiran Jakarta, 35 tahun lalu ini makin mantap.

“Alhamdulillaah, berkat ijin Alllah dan dukungan istri, usaha ini makin berkembang,” tutur Pria tiga anak ini penuh syukur.

“Ayok, kita sama-sama bergerak, maju Bersama-sama, saya siap memberikan suplai bahan dagangan untuk rekan-rekan yang bersungguh-sungguh untuk maju Bersama dalam naungan Jak Preneur PPAPP Kecamatan Mampang,” ajak Hendra menutup diskusi Bersama pendamping Jak Preneur di Gudang telur ayamnya. (red)

COMMENTS

[/fa-book/ THE LATEST NEWS]_$type=two$m=0$rm=0$h=400$c=2