Sukses Berikan Pelatihan Pembuatan Jamban, Danramil Subah Rambah Kecamatan Lain

SHARE:

Batang | Jateng,IMC - Untuk menyukseskan program Pemerintah Kabupaten Batang, yang menginginkan masyarakat bebas dari Buang Air Besar Sem...

Batang | Jateng,IMC - Untuk menyukseskan program Pemerintah Kabupaten Batang, yang menginginkan masyarakat bebas dari Buang Air Besar Sembarangan (BABS), Danramil Subah Kodim 0736/Batang Kapten Inf Sugito bersama jajarannya memberikan pelatihan secara eksklusif, pembuatan jamban dengan bahan yang lebih efisien di Kelurahan Sambong, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang, Senin (25/11/2019).

Danramil mengatakan, sebelumnya pelatihan ini telah sukses diberikan kepada warga saat kegiatan TMMD di Kecamatan Subah yakni Desa Duren Ombo yang berjalan melalui kelompok masyarakat, pemuda dan TP PKK desa setempat.

“Makanya kita akan menerobos desa-desa lain, sesuai yang diminta Dinas Kesehatan (Dinkes). Setelah dari Sambong, kita akan mencoba ke Kecamatan Limpung, Bawang dan Gringsing.

Kapten Inf Sugito menjelaskan, proses pembuatannya sederhana, karena bahan-bahannya mudah didapat. 

“Masyarakat cukup menyiapkan semen, pasir, closed leher angsa, tempat ayakan, sedikit oli untuk melicinkan cetakan. Dengan biaya yang sangat efisien kita mencoba berinovasi, mengajari masyarakat bisa membuat dengan kualitas yang sama hanya seharga Rp30.000,00,” tutur Danramil Subah.

Lurah Sambong, Henry Dunanto mengatakan, masyarakat sangat antusias dengan pelatihan pembuatan jamban yang dimotori oleh Danramil Subah. Terlebih untuk mendukung cita-cita Bupati Batang Wihaji yang mengharapkan agar tahun 2020, seluruh wilayah bebas dari BAB Sembarangan.

“Melalui Dana Kelurahan, kita salurkan untuk pelatihan pembuatan jamban, karena di Sambong masih ada 49 kepala keluarga (kk) yang belum menggunakan jamban yang sesuai standar. Tujuannya supaya warga Sambong tahun 2020 bebas dari BAB Sembarangan,” ungkapnya.

Sementara menurut Kepala Seksi Penyehatan Lingkungan Dinkes Kabupaten Batang, Bachtiar, berdasarkan informasi sebanyak 49 kk masih melakukan BAB Sembarangan, sehingga membuat lingkungan tidak sehat.

“Tinja itu tidak dibuang di septitank, tapi dibuang di tempat terbuka. Lha yang kita temukan dari 49 kk ini, semua tinja dialirkan ke sungai, meskipun dia di rumah punya jamban, namun saluran pipanya dialirkan ke sungai,” paparnya.

Ia menuturkan, sampai saat ini di Kabupaten Batang baru terdapat 60 desa yang bebas BAB Sembarangan. Di antaranya Desa Kecepak, Kalisalak dan Warungasem.

“Dan yang paling berat, wilayah yang masih banyak buang air besar sembarangan adalah wilayah Kecamatan Bawang yang dialiri sungai,” ungkapnya.

Mengubah pola pikir masyarakat memang tidak mudah, tetapi Dinas Kesehatan bersama TNI berupaya memberikan pemahaman bahwa BAB Sembarangan akan berdampak buruk bagi kesehatan keluarga dan warga sekitar.(Pen-0736)

COMMENTS

[/fa-book/ THE LATEST NEWS]_$type=two$m=0$rm=0$h=400$c=2