Tingginya Antusiasme Warga RW 11 dan 05 Kel. Pela Mampang Terhadap Pengembangan Kewirausahaan Sudin PPAPP

SHARE:

Jakarta, IMC - Antusiasme Warga  RW 11 dan RW 05 Kel. Pela Mampang Sangat Tinggi Terhadap Pengembangan Kewirausahaan Sudin PPAPP Jaka...



Jakarta, IMC - Antusiasme Warga  RW 11 dan RW 05 Kel. Pela Mampang Sangat Tinggi Terhadap Pengembangan Kewirausahaan Sudin PPAPP Jakarta Selatan. Hal tersebut terlihat ketika Petugas Pendamping Kewirausahaan Terpadu (PKT) bersama PKB Kelurahan Pela Mampang memberikan sosialisasi dan gambaran terkait PKT, warga yang memiliki usaha maupun yang belum memiliki langsung mengisi formulir data calon peserta PKT dengan melampirkan foto kopi KTP dan Kartu Keluarga mereka.

Pengembangan Kewirausahaan Terpadu ini sangat membantu warga masyarakat Ibukota untuk mengurangi pengangguran dan kemiskinan melalui peningkatan kesempatan berwirausaha.

Selain itu, PKT juga bertujuan untuk menumbuhkembangkan potensi kewirausahaan di Ibukota serta menciptakan lapangan kerja baru.

Ibu Marjanah, S.Sos., selaku PKB Kelurahan Pela Mampang begitu semangatnya menemani Syaefudin sebagai petugas pendamping PKT Sudin PPAPP Jakarta Selatan khususnya wilayah Kecamatan Mampang Prapatan Jakarta Selatan dalam mensosialisasikan Pengembangan Kewirausahaan terpadu di wilayah binaanya.

"Ini program sangat bagus sekali untuk meningkatkan pendapatan bagi masyarakat dengan memanfatkan waktu luang menjadi wirausaha yang mandiri," ujar Ibu Marjanah, S.Sos., di hadapan calon peserta PKT di Poyandu RW 11 Kelurahan Pela Mampang, Senin (28/1).

Di tempat yang sama, Syaefudin mengatakan sasaran pengembangan kewirausahaan ini diperuntukkan selain bagi para pencari kerja sebagai upaya mengurangi pengangguran, peserta PKT juga dari para wirausaha baru / pemula maupun bagi wirausaha yang ingin naik kelas.

Menurutnya, sesuai dengan Pergub No. 102 tahun 2018 tentang Pengembangan Kewirausahaan Terpadu pada pasal 5 Bab III Kelompok Sasaran penyelanggaraan PKT ditujukan bagi: 1) Pencari Kerja; 2) Wirausaha baru; 3) Wirausaha naik kelas.


Lebih lanjut, Syaefudin menjelaskan bahwa kelompok sasaran yang akan mengikuti atau mendaftar menjadi peserta PKT harus memenuhi kelengkapan dokumen seperti : 1) KTP dan Kartu Keluarga DKI Jakarta, 2) Mengisi Surat Pernyataan kesungguhan untuk mengikuti program PKT sesuai dengan yang ditentukan oleh dinas.

Terkait syarat tersebut, salah satu warga yang hadir dalam sosialisasi tersebut kendati tidak memiliki KTP DKI namun sangat ingin menjadi peserta PKT. Oleh karena itu, warga tersebut belum bisa didaftarkan menjadi peserta PKT.

"Pak, saya ingin sekali mengembangkan usaha Tempe Mendoan saya, saya ingin mendaftar menjadi peserta PKT. Ini KTP dan KK saya tapi KTP daerah," ujar salahs eorang warga.

Pendamping Kewirausahaan Terpadu Sudin PPAP Jakarta Selatan mengapresiasi niat dan kesungguhannya untuk menjadi wirausaha yang mandiri, namun hanya sebatas memberikan motivasi dan semangat serta dorongan kepada yang bersangkutan agar mengurus KTP DKi terlebih dahulu agar dapat mendaftar menjadi peserta PKT.

Juhairiyah, salah seorang warga RW 012 yang memproduksi kue basah dan mendaftar menjadi peserta PKT mengemukakan bahwa dirinya ingin mengkuti pelatihan pembuatan Kue Kering, supaya produknya dapat tahan lama dan dijual lebih luas lagi. Mengingat Kue basah hanya bertahan satu hari, jika tidak laku maka potensi rugi sangat besar.

Dengan adanya pelatihan pembuatan kue kering, maka ia ingin beralih produk untuk memproduksi kue kering.
"Pak, saya ingin ikut pelatihan pembuatan kue kering, biar dagangan saya lebih awet dan dijual keluar kota tidak basi,' pinta Juju, panggilan ibu dua anak yang tinggal di RW 011 Kelurahan Pela Mampang ini. (red)

COMMENTS

[/fa-book/ THE LATEST NEWS]_$type=two$m=0$rm=0$h=400$c=2