Recent

Indonesia Media Center (IMC)

Tato Etnik, Keindahan dan Simbol Kedewasaan Masyarakat Lewolema




Larantuka, IMC -Nubun Tawa
Festival Seni Budaya Flores Timur 2018 yang Melibatkan 5 Desa Di Kecamatan Lewolema Bertujuan memetakan potensi seni budaya Flores Timur, Festival di design dengan format lomba untuk merangsang dan mendorong Partisipasi masyarakat.

Pameran Tato Etnik Lewolema juga merupakan program utama Festival Nubun Tawa 2018, Terlihat Dalam Pembukaan Festival di lapangan desa Bantala Kecamatan Lewolema Jumad (5/10).

Tato (Knirek) Merupakan salah satu Identitas masyarakat Lewolema di masa lalu. Tato dikerjakan secara manual, tintanya Merupakan campuran Jerapah (arang halus) dan gula tuak, di injeksi ke kulit dalam dengan cara dirajah dengan brengit, sejenis duri hutan Dengan ujung setajam jarum. Brengit di sangkutkan pada sepotong kayu dan di rajah membentuk gambar utuh di bagian tubuh yang di tato.

Salah seorang Ibu Warga Riangkotek yang Juga Badannya Bertato Veronika Baluk menjelaskan Tato menandai Seorang remaja Lewolema masuk dalam Arena hidup sosial sebagai pribadi dewasa, secara fisik tato dipercaya menjadi azimat pelindung Dari Gangguan binatang dan Roh pengganggu sekaligus menjadi semacam afirmasi Visual Sekaligus mistik akan kesuburan dan kesempurnaan.

"Tato yang dirajah pada tubuh, membekas menjadi semacam azimat kekuatan perlindungan terhadap segala bentuk ancaman ketidakseimbangan. Tanda atau simbol-simbol keramat menyatu Dengan kulit, daging dan darah menimbulkan Getaran Atau vibrasi tertentu. Simbol keramat tidak Hanya secara internal mempengaruhi tubuh sang pemilik tato tetapi Juga menciptakan hubungan dengan pribadi Lain yang memiliki simbol yang sama, dan membentuk energi saling melindungi ",  tegas Baluk.

Tato bagi orang Lewolema Menjadi sangat penting Karena Dalam konsepsi dasar agama lokalnya, dunia yang tidak nyata dipandang potensialnya dengan Dunia yang teraba yang Terlihat. Tato juga berfungsi sebagai sarana komunikasi visual Sekaligus gaib. Ia menyimpan Pesan dan menagih respon tertentu dalam Medan Komunikasi sosial antar manusia maupun dengan segala Kehidupan yang bukan manusia.

Tokoh Adat Riangkotek Yohanes Pati Ritan Di ranah sosial, pria dan wanita yang bertato sudah dianggap dewasa dan mulai memikul tanggung jawab Sosial termasuk membangun lembaga perkawinan, Sedangkan di Medan pergaulan kosmik, tato memberi pesan visual bahwa orang-orang yang diberi meterai dengan tanda tersebut terhubung Dengan daya tertentu dan masuk dalam persekutuan, ungkap Ritan.


Untuk diketahui, motif petala (binatang) yang dominan dalam Pembuatan tato, bagian Tubuh yang lazim di tato adalah kening, dagu dan pipi bawah, Sedangkan Perempuan di samping kening, dagu, pipi, juga di lengan, betis. Motif-motif tersebut Selalu disusun simetris, ada motif dan struktur dominan serta ada motif spesifik yang menjadi Identitas personal Tiap orang.


Penulis: Emanuel Bataona.

Share
Banner

Emanuello Bataona

Indonesia Media Center, Mewujudkan Keterbukaan Informasi Publik

Post A Comment:

0 comments: