Recent

Indonesia Media Center (IMC)

NUBUN TAWA FESTIVAL SENI DAN BUDAYA FLORES TIMUR 2018



LARANTUKA, IMC- Nubun
Tawa Festival Seni dan Budaya Flores Timur 2018 Pai Taan Tou adalah sebuah format baru, penyegaran dan pengembangan, dari Festival Seni-Budaya Flores Timur yang sudah berlangsung sejak 2014.

 Festival ini diberadakan untuk membaca dan memetakan potensi seni-budaya dari 19 kecamatan di Kabupaten Flores Timur. Di tahun ini, berdasar pertumbuhan dan evaluasi penyelenggaraan festival dari tahun ke tahun, Pemerintah Daerah Flores Timur, dalam hal ini adalah Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, bersama Teater Garasi/Garasi Performance Institute, Komunitas Masyarakat Lewolema dan komunitas seni di Flores Timur merancang bentuk baru Festival Seni dan Budaya Flores Timur.

Nubun Tawa Festival Seni dan Budaya Flores Timur 2018 Pai Taan Tou akan berlangsung pada tanggal 5 – 7 Oktober 2018 di Kecamatan Lewolema Kabupaten Flores Timur. Menampilkan beragam ekspresi seni-budaya masyarakat Flores Timur, kekayaan alam Lewolema, pertunjukan dari komunitas-komunitas seni di Flores Timur, juga pertunjukan tamu dari seniman-seniman dari luar NTT seperti: Iwan Dadijono (seniman tari), Darlene Litaay (seniman dan koreografer Papua), Ruth Marini (seniman teater nasional) dan Yasuhiro Morinaga (komposer Jepang). Tersedia juga beberapa paket wisata seni-budaya yang dirancang khusus untuk menikmati rangkaian acara festival. (Detail agenda acara dan paket wisata terlampir).

Dalam Release yang di Terima IMC Senin (1/10/2018) di jelaskan Festival yang semula adalah ajang lomba seni-budaya antarkecamatan didesain ulang menjadi sebuah festival yang memiliki dampak dan manfaat yang lebih luas lagi yakni menjadi wahana memperkenalkan potensi alam, budaya dan potensi lainnya yang dimiliki Flores Timur.

Perubahan format ini kembali menegaskan bahwa  Festival Seni-Budaya Flores Timur adalah peristiwa budaya, sebuah pesta rakyat, sebuah festival berbasis masyarakat yang mampu mengakomodir potensi desa sebagai lokus hidup masyarakat.

Perubahan format ini kembali menegaskan bahwa  Festival Seni-Budaya Flores Timur adalah peristiwa budaya, sebuah pesta rakyat, sebuah festival berbasis masyarakat yang mampu mengakomodir potensi desa sebagai lokus hidup masyarakat.

Nubun Tawa yang bermakna: lahir/tumbuhnya generasi muda adalah spirit sekaligus dukungan terhadap generasi muda agar percaya diri serta memiliki keberanian memungut kembali kepingan-kepingan kebudayaan yang dibiarkan mati selama hampir setengah abad. Festival ini diharapkan menjadi gerakan bersama memajukan diri dan masyarakat. Membangun daya hidup, spirit bekerja dan berkarya. Meluaskan dan memperhebat pergaulan lintas-budaya dalam ketergantungan produktif untuk saling menjaga dan merawat kualitas hidup di tengah banalitas ekspresi, kekerasan dan konsumtivisme.

Di awal tahun 2017, Teater Garasi/Garasi Performance Institute memulai sebuah program bernama AntarRagam di Madura dan Flores. AntarRagam adalah inisiatif baru kami dalam menjalin kontak dan pertemuan-pertemuan baru dengan tradisi, kebudayaan serta seniman dan anak-anak muda di kota-kota di luar (pulau) Jawa, sebagai suatu proses unlearning dan pembelajaran ulang atas (ke)Indonesia(an) dan (ke)Asia(an). Karya dan proyek seni (pertunjukan) yang kemudian tercipta di dalam dan di antara kontak serta pertemuan ini diharapkan bisa melahirkan pengetahuan baru dan narasi-narasi alternatif atas kenyaataan-kenyataan perubahan dan keberagaman sosio-kultural di Indonesia dan Asia.

Kontak dan interaksi kami yang berupa riset, diskusi, workshop, dan residensi kemudian menggulirkan beberapa peristiwa penciptaan dan interaksi publik yang dilakukan mitra-mitra kami di kedua tempat tersebut.

Informasi lebih lanjut silakan berkunjung ke www.antarragam.net dan akun media sosial Nubun Tawa

Kontak: +62 856-3422-430 / +62 8133-7780-190 (Venti Wijayanti)


JADWAL ACARA


Jumat, 5 Oktober 2018
09.00  –  10.00  Pembukaan Festival Nubun Tawa di Lapangan Lewotala
10.00  –  11.00  Pertunjukan Sadok Nonga & Leon Tenada
15.00  –  18.00  Wisata Tracking ke Bukit Eta Kenere di Desa Bantala
19.00  –  21.00  Pertunjukan Tari Tradisional Dolo-dolo & Lili Pertunjukan Tari Seniman Tamu dari Iwan Dadijono Darlene Litaay dan Kung Opa di Eta Kenere.

Sabtu, 6 Oktober 2018

09.00 – 10.00  Pertunjukan Teater Basa Tupa di Desa Riangkotek
10.00 – 12.00  Diskusi Budaya Lamaholot (Lewolema) di  Desa Riangkotek
14.00 – 15.30  Karnaval Budaya dari Lapangan Riangkotek dan berakhir di Pantai Kawaliwu
16.00 – selesai Upacara Lodo Ana di Rumah Suku Liwun, Desa Kawaliwu
17.30 – 19.00  Pertunjukan Teater saat Matahari Tenggelam di Pinggir Pantai Kawaliwu

Minggu, 7 Oktober 2018

06.00  – 08.00  Misa Inkulturasi di Gua Maria Leworahang*optional
08.00  – 09.00  Mandi dan menikmati pantai air panas di Pantai Kawaliwu
10.00 – 12.00  Agro Wisata ke Perkebunan Mente di Desa Balukhering, dan Melihat proses penyulingan Arak (minuman tradisional) di Desa Ile Padung
15.00 –16.00   Pertunjukan Musik dan Atraksi Tenun Tradisional dengan nyanyian di Panggung Utama di Desa Ile Padung
16.30 – 18.00   Pertunjukan Belo Baja dan pertunjukan tarian & nyanyian Brasi
18.00 – 19.00   Pementasan Musik Suling Tradisional dari (Tana Lein) Solor Barat
19.00 – 20.00   Pertunjukan Musik Fanfare
20.00 – 21.00   Pertunjukan Musik Yasuhiro Morinaga
21.00 – 06.00   Penutupan Festival dan Tarian Masal Tradisional Sole Oha.  (Tim/Bata).

Share
Banner

Emanuello Bataona

Indonesia Media Center, Mewujudkan Keterbukaan Informasi Publik

Post A Comment:

0 comments: