Recent

Indonesia Media Center (IMC)

Sukarela Anggota TNI Brebes Latih Beladiri Karate di Kota Kelahirannya

Brebes | Jateng, IMC - Masih banyak orang yang beranggapan bahwa berlatih beladiri sama dengan berlatih kekerasan. Olah tubuh ini mengajarkan cara memukul, menendang, menyerang, menghindar dan menangkis, yang merupakan gerakan-gerakan umum pada sebuah perkelahian.

Beberapa manfaat berlatih beladiri antara lain yang pertama adalah sebagai sarana membeladiri atau keselamatan, sebab terkadang niat jahat seseorang (pelaku kejahatan) menghindari atau mengurungkan niat setelah melihat dan mengetahui lawannya tenang, percaya diri dan berani karena menguasai beladiri. Yang kedua untuk kesehatan dan kebugaran tubuh, karena otot yang ada akan terlatih untuk bergerak sehingga meningkatkan daya tahan tubuh dan tidak mudah sakit. Gerakan-gerakan tertentu, terutama yang mengedepankan unsur kecepatan mampu memacu fungsi jantung dan paru-paru sehingga peredaran darah dan nafas akan lebih lancar.

Selanjutnya adalah membuat otot lebih kuat, cekatan, tangkas dan fleksibel. Keempat adalah meningkatkan kedisiplinan, pasalnya setiap bela diri pastinya akan memilki teknik/jurus dan aturan yang harus diterapkan dengan kedisiplinan, karena tanpa disiplin hasil dari latihan tidak akan maksimal. Tingkatan dalam beladiri dengan sendirinya juga memaksa seseorang untuk berusaha dengan disiplin. Sebagai contoh adalah dalam ujian kenaikan sabuk, walaupun penguasaan tekniknya bagus, namun penerapan atau kecepatannya tidak memenuhi syarat tentu akan gagal. Itulah beberapa manfaat ilmu beladiri.

Untuk itulah salah satu anggota TNI Kodim 0713 Brebes, Kopda Joko Agung, meluangkan waktunya setiap Jumat sore guna mengajarkan anak-anak Yayasan Pendidikan Imam Syafi'i Putra Desa Sigempol Kecamatan Brebes. Jumat (28/9/18).

“Bahkan perguruan beladiri mulai mengajarkan filosofi yang terkandung dalam setiap jurus yang dipelajari untuk diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Dapat disimpulkan secara umum bahwa manfaatnya sebagai sarana membeladiri dari kejahatan. Diharapkan jika banyak generasi muda menguasainya maka tingkat kejahatan akan menurun seiring dengan kesadaran akan hukum. Sebab jangankan menyakiti seseorang dengan memukul atau menendang, dengan bahasa verbal saja bisa berurusan dengan hukum. Selain beberapa hal itu, pengembangan prestasi untuk menjaring bibit-bibit atlet untuk mengharumkan nama Brebes justru yang akan kita tonjolkan.” terang Joko.

Sebelum pelaksanaan latihan, terlebih dahulu dilaksanakan pemanasan dan peregangan guna menghindarkan dari cidera. Pelatih mengajarkan beberapa gerakan dasar antara lain kihong dasar karate berupa tsuki (pukulan), uke (tangkisan), gery (tendangan) serta kuda-kuda di tempat dan berjalan.

“Dengan sukarela saya akan mengajarkan sedikit ilmu saya kepada mereka setiap Jumat sore. Saya merasa beruntung dan bangga diperintahkan Dandim, Letkol Inf. Ahmad Hadi Hariono melatih mereka di tanah kelahiran saya. Saya juga berharap kedepan mereka akan mendapatkan fasilitas latihan seperti seragam karate untuk menumbuhkan semangat dan kebersamaan.” tandasnya.

Sementara salah dikatakan salah satu santri kelas 2 SMA yayasan tersebut, Yuda Ananda (16) asal Slawi Kabupaten Tegal yang sudah 1,5 tahun mondok bahwa dirinya merasa beruntung bisa latihan karate, sebab bisa melanjutkan latihannya yang telah digelutinya sejak kecil.

Tampak Joko, pemegang sabuk karete Dan 1, sabar melatih anak-anak tersebut karena merupakan perwujudan kepedulian TNI terhadap dunia pendidikan. Peran yang dimiliki oleh Pondok Pesantren (Ponpes) juga sangat besar dalam membentuk karakter generasi calon pemimpin bangsa yang berakhlak mulia dengan berpegang teguh pada ajaran agama, berdisiplin serta sehat dan kuat dalam menjalankan amanah jabatannya masing-masing kelak. (pendim0713brebes..As).
Share
Banner

warta Kodim Brebes

Indonesia Media Center, Mewujudkan Keterbukaan Informasi Publik

Post A Comment:

0 comments: