Recent

Indonesia Media Center (IMC)

Pesantren Kilat Ramadhan 1439 H Siswa- siswi Islam SMA N 3 Kupang


Kupang, IMC - Sekolah dituntut tidak semata mengedepankan aspek akademis dalam pembelajaran, tetapi juga memerhatikan aspek akhlak dan moral sebagai upaya pembentukan karakter. Ramadhan merupakan momentum untuk menyadarkan kembali pentingnya akhlak dan moral di sekolah.

Memasuki hari pertama sekolah pada bulan Ramadhan, SMA Negeri 3 kota kupang mengadakan pesantren kilat sebagai bagian dari pembelajaran akhlak, moral, dan agama yang integratif.

Di SMAN 3 Kota kupang, hari pertama pesantren kilat, Sabtu (26/4), diawali dengan acara pembukaan kegiatan oleh perwakilan Kepala SMA N3 Kupang oleh ketua panitia pesantren kilat SMA N 3 Kupang, Bpk Adnan Ahmad.S.Pdi. stelah itu  diisi dengan ceramah singkat oleh Ustat Sofyan, dalam ceramahnya ia menekankan peningkatan iman dan takwa di kalangan siswa/i sma n 3 kupang. Kegiatan ini diikuti siswa/i kelas X dan XI.

Kegiatan pesantren kilat selama tiga hari yaitu tgl 26 - 28 mei 2018 di SMAN 3 diberi nama Kegiatan Religius Pesantren Kilat SMAN 3 kupang.

Menurut ustat Sofyan, kegiatan ini untuk mengasah akhlak dan moral di sekolah sebetulnya tidak hanya dilakukan saat Ramadhan. Akan tetapi, pada bulan puasa intensitas kegiatan meningkat. "Tiap Jumat, kami diberikan kesempatan untuk melakukan ceramah dan mentoring. Di sinilah terjadi pula transfer ilmu," ujarnya.

Hal yang dibahas tidak hanya akhlak dan religi, melainkan juga persoalan remaja hingga pendidikan. Menurut Sofyan, dengan pendekatan ini siswa diharapkan tidak lagi sekadar berorientasi studi penentu kelulusan.

Pembina kerohanian Agama Islam SMAN 3 Kupang, Adnan Ahmad. S.Pdi, menjelaskan ada enam materi yang ditekankan selama pesantren kilat berlangsung, yaitu, akhlak, tauhid, akidah, ibadah, sejarah Islam, dan ada tiga materi tambahan, yaitu, wawasan kebangsaan Yang di bawakan oleh bpk. Yusup Koe Hoea, toleransi antar umat beragama yang dibawakan oleh ibu. Dra. Lusia E. Fernandes dan kenakalan remaja yang di bawakan oleh bapak Yoakim Iku. serta evaluasi praktik pada akhir kegiatan. Evaluasi ini akan menjadi bagian dari penentu kelulusan siswa dari satuan pendidikan.

Menurut Selfina Dethan Selaku Kepala SMA N 3 Kupang saat di konfirmasi setelah kegiatan menjelaskan standar Penilaian Pendidikan, nilai akhlak, termasuk agama, minimal harus baik agar siswa bisa lulus.

"Pintar memang penting, tetapi karakter lebih penting," tutur Dethan

Di SMAN 3 Kota Kupang, kegiatan pesantren kilat ditujukan pula untuk melatih mental prihatin di kalangan siswa. Pada hari terakhir ada kegiatan malam bersama. Siswa berbuka puasa, sahur, shalat tarawih, shalat berjamaah, dan bermalam bersama.

"Di malam ituah akan ada pembentukan karakter tabiat. Dengan tidur di kelas, jauh dari kemewahan di rumah, mereka diharapkan bisa sadar, prihatin, dan punya kepedulian terhadap orang lain yang kondisinya lebih susah," tuturnya.

Menurut Dethan pendidikan di sekolah hendaknya lebih menekankan aspek pembangunan karakter (character building), tidak mementingkan aspek akademis atau kompetensi keahlian semata.

"Selama ini kan salah kaprah. Yang ditekankan kan lebih competence building, bukan character building. Ini harus segera direorientasi agar generasi kedepan memiliki moral yang yang baik. Disaat yang sama juga Dra. Selfina S. Dethan juga menyampaikan permohonan maaf karna tidak bisa hadir dalam pembukaan kegiatan pesantren kilat tersebut.(*)
Share
Banner

Indonesia Media Center

Indonesia Media Center, Mewujudkan Keterbukaan Informasi Publik

Post A Comment:

0 comments: