Recent

Indonesia Media Center (IMC)

Kodam IV/Diponegoro Menjadi Tuan Rumah Tarling BAI Jateng




Semarang | Jateng, IMC - Kodam IV/Diponegoro saat ini menjadi tuan rumah  pelaksanaan Tarawih Keliling (Tarling) yang dikoordinir oleh Badan Amalan Islam (BAI) Propinsi Jawa Tengah. Tarling dilaksanakan di masjid Al Firdaus komplek Makodam IV/Diponegoro (5/6/2018).

Penyelenggaran tarling di Makodam ini merupakan suatu kehormatan yang membanggakan bagi keluarga besar Kodam IV/Diponegoro, karena dapat bertatap muka dengan para Pimpinan Daerah, Alim Ulama, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan  segenap kaum Muslimin dan Muslimat.

Dalam sambutan tertulis Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Wuryanto, S.Sos., M.Si.,  yang dibacakan Aspers Kasdam IV/Diponegoro Kolonel Inf Gatot Heru Buana, S.H.,  menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang sebesar besarnya, atas kesediaan Bapak dan Ibu sekalian untuk hadir dalam acara Tarling kali ini.

Lebih lanjut dijelaskan, acara Tarling merupakan wahana untuk bersilaturahmi guna membangun dan memperkokoh rasa kekeluargaan dan kebersamaan diantara kita, yang memang diperlukan untuk meraih keberhasilan tugas yang dibebankan kepada kita untuk kepentingan bangsa dan negara yang kita cintai ini.

Kita ketahui bersama bahwa, esensi terpenting bagi umat muslim dalam bulan Ramadhan ini adalah dalam rangka membangun jiwa yang tangguh dan sekaligus menjadi sarana untuk belajar mengendalikan diri. Oleh karena itu, puasa yang kita lakukan hendaknya senantiasa didasari keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT secara tulus dan ikhlas.

“Mari kita jadikan bulan suci Ramadhan ini sebagai momentum untuk  mawas diri sekaligus melakukan introspeksi sejauh mana kita telah melaksanakan ajaran agama dengan benar dan sejauh mana pengamalan nilai-nilai luhur agama Islam dalam kehidupan sehari-hari dapat diaktualisasikan”, pinta Pangdam.

Sementara itu, Bapak KH. Drs. Soepandi dalam ceramahnya yang mengangkat tema tentang Al Qur’an menerangkan bahwa satu-satunya mujizat yang masih ada sampai saat ini hanyalah Al Qur’an. Mengapa Al Qur’an dikatakan sebagai mujizat, karena isi Al Qur’an diluar hukum alam dan tidak bisa ditiru atau terlayani.

Allah mengatakan “Kalau kalian ragu terhadap apa yang aku (Allah) turunkan kepada hambaku Muhammad (Al Qur’an), buatlah satu sarat saja atau kurang dari itu, carilah teman dan kumpulkan cendekiawan sedunia selain Allah, jika kamu benar. ”Apakah tantangan ini sudah ada yang mampu melayani/menandingi, hal inilah bukti bahwa Al Qur’an satu-satunya mujizat yang masih ada sampai dengan saat sekarang.

Diterangkan juga bahwa Al Qur’an merupakan kitab suci yang hebat, hal ini karena Al Qur’an diturunkan di Mekah, sebuah kota yang saat itu belum terkontaminasi dengan budaya apapun. Di kota tersebut juga sudah mengenal nama Allah sebelum Nabi lahir dan Islam ada serta Al Qur’an diturunkan, yang terbukti oleh nama Abdullah yakni dari ayah Nabi  Muhammad yang berarti hamba Allah.

Lebih lanjut, KH. Soepandi menerangkan ayat pertama Al Qur’an Iqra’, yang berarti bacalah. Dalam hal ini Iqra’ diartikan tidak selamanya bermakna bacalah, namun Iqra’ bisa mengandung arti membaca, mendalami, meneliti, merinci. Nabi sendiri tidak bisa membaca dan menulis, tapi Nabi merupakan orang yang hebat sehingga beliau menjadi imam, panutan dan tauladan bagi umat Islam.

Selain Tarling, pada kesempatan yang sama Kodam IV/Diponegoro juga menggelar donor darah dan pemberian bingkisan kepada anak-anak yatim piatu.

Acara Tarling BAI Prov Jateng ini dihadiri oleh para pejabat Kodam, Polda, Akpol, Pemprov, prajurit dan keluarga serta anak-anak dari panti asuhan. (S)
Share

KODIM CILACAP

Indonesia Media Center, Mewujudkan Keterbukaan Informasi Publik

Post A Comment:

0 comments: