Recent

Indonesia Media Center (IMC)

Soal Aksi Baitul Maqdis 115, SPMA Sumut Meminta Pemerintah Serius Menyelesaikan Ini




Medan, IMC - Sekretaris Koordinator SPMA Sumut Gendon Selian, mengutuk keras bentuk perlakuan keputusan provokasi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Donal Trump mengaku Yerusalem sebagai ibu kota Israel, dan akan menyiapkan pembukaan resmi kedutaan AS di Yerusalem dalam segera mungkin. Menurut Gendon Selian, apa yang dilakukan Trump adalah bentuk kedzoliman yang besar dan akan menjadi sejarah peradaban bangsa seluruh dunia, dan tentunya dunia mengutuk perlakuan trump.

Dalam hal ini juga Gendon Selian kepada media mengatakan pemerintah harus segera mengambil sikap tegas atas permasalahan yang ada di palestina. Karena kita harus mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial, yang tertuang dalam Undang- Undang Dasar 1945.

Hal itu, Gendon Selian karena tindakan tidak bertanggung jawab ini bukan hanya menginjak-nginjak harkat martabat bangsa perdamaian di bagian Timur Tengah dan tentunya akan melukai hati Umat Islam di seluruh dunia dan akan membangun kekuatan ekspansi besar dalam menyelamatkan baitul maqdis.

“Bencana tersebar ini semua dalangnya adalah Donald Trump. Jika dia tetap ngotot merealisasikan keputusan provakatif ini, kelak lembaran sejarah dunia akan mencatatkan namanya sebagai salah satu tokoh yang menjadi nahkoda hitam dalam perabadan modern manusia. Warga seluruh penjuru dunia harus melawan keputusan ini,” ujar Gendon Selian kepada media Indonesia media center.com Jum'at (11/05/2018).

Gendon mengatakan, provokasi yang dilakukan Trump menunjukkan bahwa Presiden ke-45 AS ini tidak hanya mengoyak-ngoyak kesepakatan Dewan Keamanan PBB.

Ia menilai Trump juga menghianati perjuangan dan komitmen negara-negara muslim dan negara lain di dunia, dalam membantu kemerdekaan Palestina.

“Trump sama sekali tidak memperdulikan sikap tegas negara-negara muslim terbesar di dunia seperti: Indonesia, Turki, Mesir,dan banyak negara muslim lainnya yang selama ini memperjuangkan kemerdekaan Palestina," imbuhnya.

Bagi Gendon, Trump seolah menutup telinga atas penolakan negara-negara besar seperti Rusia, China, dan Tiongkok, serta negara-negara di Uni Eropa. " Orang seperti Trump ini benar-benar akan menjadi bencana besar bagi dunia, dan sekali lagi  saya tekan kan kepada Pemerintah Indonesia harus mengambil peran yang sangat besar untuk menghentikan rencana tidak baik ini kepada Presiden Amerika Serikat. Dan bukan hanya karena Indonesia merupakan negara muslim terbesar dunia, tetapi karena ikut memerdekakan Palestina merupakan bagian dari amanat konstitusi bangsa", Tutup Sekretaris Korwil SPMA Sumut ini.

Penulis : Bambang Herman
Share
Banner

Bambang Herman

Indonesia Media Center, Mewujudkan Keterbukaan Informasi Publik

Post A Comment:

0 comments: