Navigation

Inilah Prestasi Camat Bojongloa Kidul Aniya, Patut Diacungi Jempol

Bandung,  IMC - Camat Bojongloa Kidul Kota Bandung, Dra. Aniya Rachamati SP M. Si, saat ditemui TIM PPWI di kantornya Jum'at siang (5/11/2018), memberikan keterangan mengenai daerah yang dipimpinnya saat ini. 

Ia memaparkan, pada awal dirinya menjabat sebagai Camat, banyak permasalahan yang komplek di kecamatan ini. 

Aniya meniti karirnya sebagai Camat Bojongloa Kidul pada 2014 silam. permasalahannya yang didapat sangat kompleks antara lain banjir, macet, pedagang kaki lima dan sampah. 

Sebelumnya, kecamatan Bojongloa Kidul ini mendapat urutan ke  4 terakhir dari 30 kecamatan yang ada di kota Bandung, bahkan pernah juga menempati urutan ke 27. Hal inilah yang membuat Aniya selaku pimpinan kecamatan berpikir keras untuk merubah citra wilayah yang dipimpinnya, selain itu iapun ingin membuktikan dedikasinya dalam berkerja. 

Camat yang kerap disapa ibu Aniya ini memiliki beberapa terobosan dalam menjalankan roda pemerintahannya, antara lain Bojongloa Kidul harus terbaik dalam segala bidang, pengembangan aset yang ada dengan mengembangkan industri sepatu dengan maksimal. 

Untuk mengimplementasikan hal ini, Aniya memfasilitasi dengan merencanakan program regenerasi terhadap pemuda-pemudi Kecamatan Bojongloa Kidul, khususnya kelurahan Cibaduyut, dengan mengadakan pembinaan tenaga kerja di wilayah ini. Dimana mayoritas penduduknya adalah pengrajin, sehingga dimasa yang akan datang masyarakat dapat meningkatkan produksinya dengan mendapatkan pengalaman dari pembinaan tersebut. 

Seluruh aspek masyarakat sangat menginginkan peningkatan signifikan terhadap produksi sepatu yang mereka rintis,  sehingga diharapkan dapat Go International. 

Ibu dari 2 anak ini juga melaksanakan pembinaan di instansi yang dipimpinnya, dengan menegakkan kedisiplinan yang tinggi, melayani masyarakat dengan baik, tidak menelantarkan masyarakat yang datang untuk menyelesaikan suatu permasalahan yang dihadapi, khususnya dibidang pelayanan pemerintahan seperti pengurusan KTP. 

Salah satu pegawai Kecamatan yang diwawancarai Tim secara terpisah menuturkan, Aniya sebagai pimpinan Camat pernah menyampaikan tekadnya untuk menjadikan Bojongloa sebagai Kecamatan terbaik. Untuk itu Aniya meminta seluruh pegawai agar berkomitmen untuk mewujudkan hal tersebut dengan sungguh-sungguh. 

Usaha yang dilakukan Aniya tampaknya tidak sia-sia dan membuahkan hasil. Kurang lebih 2 tahun menjabat sebagai camat, cita-cita tersebut akhirnya dapat terwujud di tahun 2016-2017. Kecamatan ini mendapatkan penghargaan menempati urutan ke - 10 sebagai Kecamatan terbaik dari walikota Bandung. 

Diluar waktu program kerja, Aniya bersama seluruh pegawainya merancang berbagai program bersama seluruh pegawai kecamatan. Salah satunya adalah program yang dilakukan pada hari Senin, yaitu membersihkan jalan-jalan utama dari pedagang kaki lima, sehingga dapat mengurangi kemacetan. 

Program lain yang dilaksanakan adalah melaksanakan penanaman pohon, grebek sampah dan Tour of Area langsung ke masyarakat dibawah garis kemiskinan.  

Disamping itu ada  beberapa Kelurahan yang menghasilkan produksi diluar pengrajin sepatu antara lain seperti Jaket kulit, pakaian dan beraneka ragam fashion. 

Kesimpulannya, kecamatan Bojongloa Kidul memiliki banyak aset potensial yang bisa dikembangkan secara maksimal dan lebih efektif, guna mewujudkan kesejahteraan dengan memberdayakan masyarakat sekitar.  

Tim juga melaksanakan peliputan terhadap Sekcam Bojongloa Kidul, Rajasa, yang saat ini aktif menyelenggarakan Program SIYANMAS. Program inovatif ini merupakan sebuah terobosan baru di kecamatan bojongloa kidul.  Program ini bertujuan untuk simplifikasi birokrasi, melalui digitalisasi pelayanan pemerintahan dan pemberdayaan di Bojongloa Kidul. 

Inovasinya adalah program ini berupa aplikasi, dan pertama kalinya berbentuk layanan online kepada warga. Layanan ini dapat menjadi pilihan jika warga mengalami kesulitan waktu secara manual dalam permohonan pelayanan. 

Yang kedua adalah sistem data terpadu kecamatan, berisi data basis yang diolah menjadi pelaporan. Hal ketiga adalah pemberdayaan masyarakat melalui  e-learning, seperti untuk kader posyandu dan lain sebagainya. 

Program ini sesuai dengan UU no 23 Thn 2014 tentang pemerintahan daerah dan perda kota Bandung No.8 tahun 2016, yang menjelaskan 3 tugas kecamatan yaitu pelayanan, pemerintahan dan pemberdayaan. 

Sekcam Rajasa menyampaikan, Program ini sedang dalam tahap pembuatan/development aplikasi. Menurut keterangannya, Program ini sudah didukung dan disetujui para stakeholder, mereka adalah bagian pemerintahan Setda kota Bandung, bag. hukum, bag Orpad, unsur Muspika, para RW se kecamatan, Lurah, Lembaga Kemasyarakatan dan lain lain.

Kesimpulan dalam peliputan yang dilakukan tim PPWI, bahwa dibawah kepemimpinan Dra. Aniya Rachmawati SP M. Si, kecamatan Bojongloa Kidul sangat berkembang pesat, baik dalam segi pelayanan, fungsi pemeritahan dan Pemberdayaan masyarakat. 

Hal ini terbukti dari banyaknya masyarakat yang merasa sangat terbantu dan puas dengan adanya program-program yang dilakukan oleh pegawai kecamatan. Akses pelayanan Masyarakat menjadi sangat mudah dan cepat.  

Dengan adanya unsur Layanan Masyarakat ini, diharapkan masyarakat dapat terbantu, serta dapat memanfaatkan fasilitas yang telah diberikan pemerintah dengan baik dan benar. (Herjan
Share
Banner

Miss Muezza

Indonesia Media Center, Mewujudkan Keterbukaan Informasi Publik

Post A Comment:

0 comments: