Indonesia Media Center (IMC)

Seorang Warganet Keluhkan Jalur Kejut Lanud Iswahjudi

J













Magetan | Jawa Timur, IMC – Keberadaan jalur kejut di Jalan Raya Solo-Maospati tepatnya didepan area kompleks Lanud Iswahjudi dikeluhkan warganet. Akun facebook Cintia Sellafone mengungkapkan keluhannya di beranda pribadinya, yang diposting Senin (19/3) malam. 

Dalam postingan tersebut, si TS (Thread Starter) yang mengaku sedang hamil itu mengeluh. Karena hampir setiap hari dia melintas di jalan yang banyak terdapat jalur kejut yang menurutnya terlalu tinggi. 

Berikut postingan lengkap akun facebook Cintia Sellafone yang pada beberapa kata telah kami perjelas karena penulisan hanya berupa singkatan. 

"Yth bapak komandan TNI AU Lanud Iswahjudi saya hanya ingin curhat sedikit apa yang jadi keluhan saya dan masyarakat yang tinggal di sekitar lanud. Saya seorang wanita yang setiap hari bekerja. Saya sedang hamil dan saya harus melewati jalan raya Solo-Maospati setiap hari. Saya mengeluhkan pembuatan garis kejut yang saya rasa berlebihan. Setiap saya melewatinya perut saya terasa sakit dan bila saya berjalan terlalu pelan dibelakang saya selalu menyembunyikan klakson, apalagi bila belakang saya sebuah bus yang melintas mau tidak mau saya harus berjalan 60 km/jam karena takut tertabrak kendaraan yang dibelakang saya. Belum lagi anak sekolah yang tidak bisa sabar menunggu kendaraan didepannya berjalan pelan. Saya menyesalkan pembuatan garis kejut yang sebelumnya sudah ada kenapa ditambah lagi disampingnya? Sedangkan garis kejut yang sebelumnya tidak dihapus atau ditebalkan saja tidak perlu membuat yang baru. Apalagi saya bekerja masuk shift, pada malam hari garis kejut yang dibuat tidak terlalu terlihat. Mohon perhatiannya dari bapak yang terhormat sekalian" 

Postingan tersebut ditutup dengan kata-kata "Bila setuju mohon share". 




Status tersebut kemudian dibagikan oleh akun facebook Teguh Al Magetani di grup Berita Magetan yang dikomentari ratusan netizen. 

Salah satunya akun Agus Cah Ngujung yang berkomentar "Harusnya juga dikasih rambu tentang jalan kejut, biar pengendara tau didepan ada jalan kejut karena banyak pengendara yang otaknya masih labil" 

Sementara akun Ririn Qolby berkomentar dalam bahasa Jawa yang artinya "ya harus ada yang intropeksi diri, setiap aku lewat situ sudah ada tanda dilarang menyalip kendaraan lain, kenyataannya banyak yang nyalip, jadi jangan menyalahkan satu pihak". 

Sampai berita ini disusun, postingan tersebut terus disukai dan mendapat komentar yang semakin beragam dari netizen. (sat/ant)
Share
Banner
loading...

pewarta madiun

Indonesia Media Center, Mewujudkan Keterbukaan Informasi Publik

Post A Comment:

0 comments: