Recent

Indonesia Media Center (IMC)

Kades : "Empat Peserta yang Lulus Tetap Akan Disahkan, Tidak Ada Mediasi Lagi"

Magetan | Jawa Timur, IMC – Kepala Desa Tegalarum Sukatno angkat bicara mengenai permasalahan hasil ujian staf pemerintahan desa yang diprotes peserta.

Dikonfirmasi via telepon pada Rabu (28/3) malam, Sukatno mengatakan empat peserta yang dinyatakan lulus seleksi tetap akan disahkan. Pasalnya, pada mediasi lanjutan yang sepakat dilaksanakan Rabu (28/3) siang, pihak peserta yang protes tidak hadir.

Padahal, lanjut dia, pihaknya bersama dengan Camat Bendo sudah menunggu di kantor desa sejak pukul 09.00 pagi. Tetapi, peserta yang mengajukan protes tidak kunjung hadir, hingga pukul 12.00 siang juga tidak ada yang datang.

"Jadi empat peserta yang lulus seleksi itu tetap akan disahkan, tinggal menunggu rekom camat, tidak ada mediasi selanjutnya," ujarnya.

Menurut Sukatno, pelaksanaan seleksi sudah berjalan dengan fair. Panitia tidak membuat kesalahan. Juga tidak ada main mata dengan empat peserta yang memperoleh nilai sempurna.

"Nggak ada kecurangan, nggak ada masalah kok, kalau masalah keberatan tentang nilai ujian mencapai 100, hal itu menurut saya wajar, bisa saja itu memang keberuntungan peserta tersebut," ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, puluhan massa mendatangi kantor Desa Tegalarum, Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan, Selasa malam (27/3/2018) sekitar pukul 19.00 WIB. Massa merupakan para peserta yang tidak puas dengan hasil ujian staf pemerintahan Desa Tegalarum.

Edy Winarto, salah seorang peserta ujian mengatakan, dia dan peserta lain merasa tidak puas dengan hasil tes. Karena dirasa banyak kejanggalan.

Dia menjelaskan, peserta ujian sebanyak 31 orang. Dengan jumlah pertanyaan 150 soal. Saat penilaian, 3 orang dinyatakan lulus tes dapat nilai 100 sementara 1 orang lagi nilainya 90. Sedangkan peserta lain yang tidak lulus nilainya tidak lebih dari 50. Hal ini menurutnya adalah sebuah kejanggalan.

"Yang dipermasalahkan adalah ketidakpuasan terhadap peserta tes yang lulus dengan nilai 100. Karena secara logika susah diterima," kata Edy. (ant)
Share
Banner

pewarta madiun

Indonesia Media Center, Mewujudkan Keterbukaan Informasi Publik

Post A Comment:

0 comments: