Navigation

Cegah Kanker Serviks, Puluhan Anggota Persit Kartika Chandra dan Dharma Pertiwi Ikuti Pemeriksaan IVA



Banyumas | Jateng, IMC - Cegah kanker serviks, puluhan anggota Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Rem 071 PD IV/Diponegoro dan Dharma Pertiwi Koordinasi Cabang Purwokerto Daerah D, mengikuti pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) di Poliklinik Obstetri dan Ginekologi Rumkit Tk III 04.06.01 Wijayakusuma Purwokerto, Rabu (14/3/2018).

Pemeriksaan IVA dalam rangka HUT Ke-72 Persit Kartika Chandra Kirana dan HUT Ke-54 Dharma Pertiwi ini dipimpin langsung Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Rem 071 Daerah IV/Dip Evi Julianti Suhardi dan diikuti anggota Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Rem 071 Daerah IV/Dip, Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XVI Dim 0701/Bms, Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XVII Dim 0702/Pbg dan Anak Ranting Balak Aju Kodam IV/Dip, anggota Jalasenastri Lanal Cilacap, dan Pia Ardya Garini Lanud Jenderal Soedirman Purbalingga.

Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Rem 071 PD IV/Dip Ny. Evi Julianti Suhardi mengatakan kesehatan merupakan faktor yang sangat penting dalam kehidupan, tingkat kesehatan yang baik, akan berpengaruh secara signifikan terhadap pencapaian kehidupan yang lebih berkualitas.

Dikatakan, peran seorang ibu sangat penting dalam meningkatkan kualitas kesehatan yang dimulai dari tingkat keluarga. Oleh karena itu, kegiatan pemeriksaan IVA ini dimaksudkan untuk mengenal lebih dekat tentang penyakit kanker serviks, sehingga diharapkan lebih peduli terhadap kesehatan masing-masing.

"Dengan dilaksanakannya kegiatan pemeriksaan IVA ini, diharapkan kedepan ibu-ibu dapat memeriksakan kesehatannya secara rutin, dan dapat mengubah pola hidup sehat agar terhindar dari penyakit kanker serviks," terangnya.

Pada kesempatan yang sama, Karumkit Tk III 04.06.01 Wijayakusuma Purwokerto Letkol Ckm dr. Markus Wibowo, Sp.OT., mengatakan penyebab kanker leher rahim adalah infeksi dari Human Papiloma Virus (HPV) tipe 16 dan 18. Salah satu cara untuk mencegah kanker leher rahim yakni dengan cara skrining atau penapisan, hal ini guna untuk mengetahui telah terjadi inveksi atau tidak dengan jalan IVA/papsmear.

"Tujuan dari pemeriksaan IVA ataupun papsmear untuk mendeteksi kanker leher rahim secara dini. Kanker leher rahim adalah jenis kanker kedua mematikan setelah kanker payudara yang sering terjadi pada perempuan di Indonesia," jelasnya.

"Pemeriksaan leher rahim dengan cara melihat langsung tanpa alat apapun atau dengan mata telanjang, setelah mengoles leher rahim dengan asam asetat tiga hingga lima persen inspekulo," lanjutnya.

Menurutnya, setelah serviks dioles, maka akan terjadi perubahan warna pada leher rahim yang dapat diamati perubahan warnanya secara langsung, dan dapat dibaca sebagai normal atau abnormal. Dibutuhkan waktu satu hingga dua menit, untuk melihat perubahan pada jaringan tempat serviks yang diberikan asam asetat lima persen akan memberikan respon lebih cepat daripada tiga persen. Adapun efeknya akan hilang dengan hitungan waktu 50-60 detik. [S*]
Share
Banner

KODIM CILACAP

Indonesia Media Center, Mewujudkan Keterbukaan Informasi Publik

Post A Comment:

0 comments: