Navigation

Bobroknya Oknum Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Langsa Bekerja Tanpa Hati Nurani

Oknum Kepsek SMA Negeri 1 Langsa, IW menutup mukanya saat berusaha di photo oleh Wartawan di ruang kantornya.

Langsa, IMC - Oknum Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Langsa  yang berinisial IW yang belum lama menjabat Kepala Sekolah di nilai terlalu egois dan tidak memiliki hati nurani.

Hal itu disampaikan oleh Adriansyah, Ketua LSM ADAS Institute Aceh Tamiang kepada IndonesiaMediaCenter.com, Kamis, 15 Maret 2018 di kantornya. Menurut Adriansyah ke egoisan oknum Kepala Sekolah tersebut tidak layak untuk dijadikan panutan oleh para guru dan Kepala Sekolah lainnya di Aceh terutama di langsa.

Kejadian bermula saat Adriansyah yang merupakan orang tua dari Novi Mutia Adriani alumni SMA Negeri 1 Langsa tahun 2014 tersebut hendak melegalisir foto copy ijazah putrinya pada hari Rabu, 14/3/2018.

Namun karena ijazah asli SMA Negeri 1 Langsa berada ditangan putrinya, Novi Mutia Adriani yang sedang bersiap untuk menghadapi sidang skripsi di UNPAM Banten, maka Adriansyah meminta putrinya mengirim photo Ijazah tersebut via WA, lalu di print dan di foto copy di Langsa, namun karena Kepala Tata Usaha tidak mau melegalisir foto copy ijazah putrinya tersebut karena tidak ada aslinya.



Maka pada hari Kamis Adriansyah, Ketua LSM ADAS Institute kembali ke SMA Negeri 1 Langsa untuk menemui Kepala Sekolah dan menghiba memohon bantuan Ibu Kepala Sekolah tersebut untuk mau melegalisir foto copy ijazah putrinya, yang pada hari Sabtu. 17/3/2018 harus mengikuti sidang skripsi untuk menyelesaikan S1 nya.

Adriansyah juga bersedia membuat pernyataan diatas materai jika ijazah asli putrinya tersebut akan dikirim oleh putrinya dari Tangerang minggu depan.

Seorang Guru Sosiologi SMA Negeri 1 Langsa, berinisial SAF yang juga wali kelas Novi Mutia Adriani sewaktu di SMA dulu juga ikut menghadap ibu Kepala Sekolah untuk menjadi penjamin dan siap menandatangani pernyataan bahwa Novi Mutia Adriani adalah benar merupakan alumni SMA Negeri 1 Langsa tahun 2014.

Namun jawaban oknum Kepala Sekolah tersebut sangat menyakitkan dan tidak mendidik.
“Mau kuliah di Jakarta, Kalimantan ataupun di Papua kek, baru mau saya legalisir jika sudah dikirim ijazah aslinya,'' demikian jawaban sang oknum Kepsek SMA Negeri 1 Langsa kepada Adriannsyah dihadapan SAF mantan wali kelas putrinya itu.

Dengan kejadian tersebut Adriansyah sangat kecewa dan geram, karena putrinya yang seharusnya sudah bisa ikut sidang skripsi minggu ini terpaksa harus mundur dari jadwal sidang dan menunggu tahapan sidang skripsi selanjutnya yang akan dilaksanakan oleh pihak Kampus.




Padahal menurut Adriansyah, Novi Mutia putri tercintanya juga merupakan seorang siswi yang berprestasi sewaktu masih bersekolah di SMA Negeri 1 Langsa. Novi Mutia pernah dua kali mewakili Kota Langsa dalam Lomba OSN Tingkat Propinsi Aceh di Banda Aceh tahun 2012 dan 2013. Bahkan sekarang IPK nya di Kampus masih di atas 3,8.

Dengan kegagalan nya mengikuti sidang Skripsi minggu ini karena Oknum Kepsek yang tidak mau melegalisir foto copy  ijazah nya tersebut tentu saja akan membuat semangat putrinya menurun. Dan juga mungkin akan membuat kondisi mental dan psikis Novi Mutia ngedrop saat sidang skripsi berikutnya kelak.

“Oleh karena itu saya selaku ketua LSM ADAS Institute, akan segera meminta perhatian dari pihak terkait untuk menegur oknum Kepsek yang sombong dan tak memiliki hati nurani tersebut. Saya akan menyurati Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Komisi Ombudsman RI dan beberapa pihak lainnya, termasuk Ketua PGRI untuk menindak oknum kepsek yang menghambat prestasi akademik anak saya.

Bagaimana kita mengharapkan program Aceh Caroeng yang di Canangkan oleh Gubernur Aceh bisa berhasil, jika masih ada oknum kepsek yang egois dan menghambat proses pendidikan anak anak kita saat ini,” demikian Adriansyah menutup pembicaraan.


Share
Banner

Bambang Herman

Indonesia Media Center, Mewujudkan Keterbukaan Informasi Publik

Post A Comment:

0 comments: