Navigation

Banyak Pengunjung Gigit Jari Saat Pesta Durian Gratis di Ngebel, Panitia Dinilai Kurang Persiapan dan Terkesan Asal-asalan.

Ponorogo | Ponorogo, IMC – Pesta Durian yang digelar di tempat wisata Telaga Ngebel pada Minggu (11/3/2018) kemarin, dinilai kurang persiapan dan terkesan asal-asalan.

Hal itu disampaikan Bambang Subagyo, pengelola kampung durian Ngrogung saat dikonfirmasi Pewarta, Rabu (14/3/2018).

Bambang mengatakan banyak masyarakat yang datang meluangkan waktunya untuk bisa menikmati pesta durian sekaligus berwisata ke Telaga Ngebel harus menelan pil pahit karena tidak kebagian durian alias sudah habis.

Meskipun kegiatan tersebut sebenarnya sangat bagus, tetapi menurut dia koordinasi di tingkat kecamatan sangat minim. Bambang mengatakan, seharusnya jika mau mengadakan event yang namanya makan gratis, sudah barang tentu akan menyedot warga untuk datang. Apalagi pesta gratis buah durian yang banyak diminati masyarakat.

Harus betul-betul dengan persiapan yang luar biasa. Paling tidak unsur kepala desa, kecamatan, instansi terkait pariwisata itu harus dilibatkan untuk menata atau membentuk kepanitiaan.

"Karena kalau sembrono, saya khawatir apabila nantinya buah durian kurang, otomatis akan menimbulkan persoalan baru, apalagi banyak yang datang dari luar Ponorogo, kita kan jadi malu," ketusnya.

Dia menambahkan, kepanitiaan acara kemarin itu (pesta durian,red) asal-asalan dan terkesan dipaksakan. Kalau dihitung, mengadakan acara tersebut setidaknya panitia harus menyedikan buah durian kurang lebih 5000 hingga 7000 buah durian.

"Saya sendiri tidak dikonfirmasi, padahal sudah banyak orang tahu bahwa Durian Ngebel saya yang pegang. Makanya saya mengurungkan diri," sesal mantan Kades Ngrogung ini.

Dalam hitungan Bambang, acara pesta makan buah Durian tersebut menghabiskan dana sekitar Rp 200 juta. Sebuah nilai yang fantastis. Karena banyak yang harus disiapkan.

"Pertama, pertimbangan lapangan parkir yang belum layak, lokasinya juga belum memadai. Ingat,ini event besar!," tandasnya.

Dia menyesalkan kinerja panitia yang amburadul sehingga menyebabkan banyak pengunjung komplain dan datang ke Kampung Durian menyampaikan keluhan.

Karena pesta durian tidak segampang yang dibayangkan. Harus melibatkan semua unsur mulai pemerintah, dan kelompok tani juga harus diajak duduk bersama membicarakan segala sesuatunya. Karena setiap desa di Kecamatan Ngebel memiliki pohon durian.

Ia mengklaim kalau untuk menyediakan 10 ribu durian menurutnya sangat mampu dan mudah. Karena saat ini sedang masa panen. Namun yang terjadi jumlah durian yang disiapkan panitia jauh dari cukup. Sehingga banyak pengunjung kecewa karena harus gigit jari tidak kebagian.

"Kuncinya adalah harus ada koordinasi dengan baik dengan semua pihak. Insha Allah bisa berjalan sesuai harapan. Saya prihatin, event kemarin melesat jauh dari harapan, tidak sesuai angan-angan dan harapan," pungkasnya. (gie/ant)
Share
Banner

pewarta madiun

Indonesia Media Center, Mewujudkan Keterbukaan Informasi Publik

Post A Comment:

0 comments: