Navigation

TNI Peduli Penderitaan Polio Seorang Anak



Purwokerto | Jawa Tengah, IMC - Pria Muhammad Dian berusia 10 Tahun, penderita polio, putra dari ibu Mahyuni dan bapak Narto alias Narko warga RT.1 RW.5 Kel.Mersi Kec.Purwokerto Timur Kab.Banyumas, selama 10 Tahun menderita polio, dibawa TNI untuk menjalani pengobatan medis di Rumkit TK-III 04.06.01 Wijayakusuma Purwokerto, Senin (8/1).

Bocah yang lahir pada 1 September 2007 tersebut di Purbalingga, lahir dengan kondisi sehat seperti anak-anak yang lain. Namun, pada usia 4 bulan setelah ia diberi imunisasi oleh salah satu RS yang menangani kelahirannya, ia mengalami panas demam dan kejang.

Ibu Mahyuni, ibu Pria Muhammad Dian, langsung membawanya ke RS, namun karena kondisi RS kelengkapannya belum memadai, dirujuk ke RS yang lebih memadai. Sama halnya dengan RS yang kedua sebagai RS rujukan diwilayah Purbalingga, anaknya kemudian dirujuk ke RS Margono Sukarjo Purwokerto.


Dari diagnosa RS Margono Sukarjo, anaknya harus di operasi karena dari hasil CT Scan ada gangguan di fungsi motorik otak anaknya.

Mengingat ia tidak mempunyai biaya, sementara ia dan anaknya belum memiliki kartu jaminan kesehatan maupun yang lainnya, ia urungkan niatnya untuk anaknya dioperasi. Ia hanya mampu mengobati anaknya rawat jalan walaupun harus mencari biaya kesana kemari untuk mengobati putranya tersebut.


Bertahun-tahun sudah penderitaan Pria Muhammad Dian, bocah seusianya yang sedang riang-riangnya belajar dan bermain bersama rekan-rekannya, terbaring lemah tak berdaya di pangkuan ibunya yang selalu setia menemani dan menghiburnya setiap hari.

Narto atau Narko panggilannya, adalah bapak sambung bocah ini yang kesehariannya mencari nafkah serabutan demi menghidupi keluarga barunya dengan mencari barang bekas dan menyambi sebagai tukang becak di seputaran bioskop Rajawali Purwokerto.

Demi menghidupi keluarga, ia rela mencari barang bekas sebagai pemulung di tempat ia mangkal sebagai tukang becak. Tak tanggung-tanggung, isterinyapun dan kerap membawa anaknya yakni Pria Muhammad Dian turut serta memungut barang bekas di Bioskop Rajawali seusai bioskop berhenti memutar film. Bukan siang, namun tengah malam ia lakukan bersama isteri dan anaknya tersebut. Sembari memomong Pria anaknya di becaknya, ia dan ibu Mahyuni mencari tumpukan barang-barang bekas di pelataran bioskop.

"Saya lakukan hal demi menghidupi keluarga," ujar Narto alias Narko.

Dikatakan, ia bertemu ibu Mahyuni bersama anaknya dalam kondisi yang memprihatinkan. Suami ibu Mahyuni, meninggalkannya dan anaknya, dan sudah berkeluarga lagi di Purbalingga. Diungkapkannya, ia sudah membina keluarga dengan ibu Mahyuni selama empat tahun, dan sebelum membina keluarga, anaknya sudah tidak dapat berbuat apa-apa, lumpuh karena polio.

Dikatakan ibu Mahyuni, ia sudah berusaha dan berupaya maksimal untuk mengobati dan menyembuhkan anaknya, baik di medis maupun alternatif. Namun karena kondisinya dan keluarga yang tidak mampu, akhirnya iapun berpasrah diri terhadap perkembangan kesehatan anaknya.

Diungkapkan, selama ini memang ada bantuan dari masyarakat lain sekadarnya. Namun itupun belum mencukupi untuk pengobatan anaknya. Sementara, ia dan anaknya belum memiliki kartu jaminan kesehatan.

Dengan melihat kondisi seperti yang diutarakan bapak Narto alias Narko dan ibu Mahyuni, Danrem 071/Wk Kolonel Inf Suhardi mendengar informasi ada kesulitan yang dihadapi masyarakatnya, langsung terjun ke lapangan mencari kebenaran informasi tersebut.

Benar adanya ada salah satu warga masyarakat yang membutuhkan uluran tangan, maka Danrem 071/Wk menunjuk Rumkit TK-III 04.06.01 Wijayakusuma Purwokerto untuk segera menangani kondisi kesehatan bocah berusia 10 Tahun tersebut untuk dilakukan pemeriksaan, pengobatan dan perawatan kesehatan Pria Muhammad Dian.

Hingga pada akhirnya, Senin (8/1) Pria Muhammad Dian bocah penderita polio yang didiagnosa mengalami gangguan otak tersebut dibawa pihak Rumkit TK-III 04.06.01 Wijayakusuma Purwokerto untuk dilakukan pemeriksaan, pengobatan dan perawatan di Rumkit TK-III 04.06.01 Purwokerto.

Dandenkesyah 04.04.01 Purwokerto Letkol Ckm dr.Rudi mengungkapkan, kondisi pasien sudah sangat memprihatinkan, namun pihaknya akan tetap berusaha dan berupaya memberikan yang terbaik.

Dikatakan, selama dia atau tiga hari ini, pasien atas nama Pria Muhammad Dian akan dirawat inap untuk menjalani perawatan dan pemeriksaan baik melalui fisioterapi ataupun pemeriksaan terhadap otaknya melalui citi scan.

Melalui fisioterapi, agar pasien dapat melemaskan saraf-saraf motoriknya agar tidak terlalu kaku atau lemas. Secara pelan dan pasti akan dilakukan berkesinambungan, baik dalam rawat inapnya maupun rawat jalannya nanti.

"Pasien untuk sementara dirawat inap untuk dilakukan pemeriksaan dan perawatan intensif dalam dua atau tiga harinya untuk mengetahui kondisi kesehatan pasien, setelah itu dilakukan rawat jalan dengan melakukan fisioterapi seminggu dua kali hingga dinyatakan fungsi organ dan jaringan saraf pasien dapat merespon dengan baik," ujarnya.

Diungkapkannya bahwa apa yang dilakukan ini, atas prakarsa Danrem 071/Wk Kolonel Inf Suhardi, dan sebagai kepedulian TNI terhadap kesulitan masyarakat sekelilingnya.
Share
Banner

Bambang Herman

Indonesia Media Center, Mewujudkan Keterbukaan Informasi Publik

Post A Comment:

0 comments: