Indonesia Media Center (IMC)

Yayasan Advokasi Rakyat Aceh Deklarasikan Gerakan Aceh Muak (GERAM)



Banda Aceh, IMC - Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) mendeklarasikan Gerakan Aceh Muak (GERAM), Jumat (29/12/17) di Banda Aceh.

Hadir dalam deklarasi itu anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI) Nasir Djamil, dan masyarakat yang pernah tinggal di Barak Bakoy, Aceh Besar.

Ketua YARA Safaruddin mengatakan gerakan ini lahir atas pernyataan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf tentang kata muak.

"Ini lahir atas pernyataan gubernur sendiri, kemudian kami meresponnya dengan mendeklarasikan GERAM," kata Safaruddin.

Namun, kata Safaruddin, pihaknya menyampaikan muak dalam konteks lain. Misalnya muak dengan kondisi kemiskinan di Aceh dan kondisi lainnya.

"Muak kami dalam kontek lain. Muak dengan kondisi Aceh selama ini," kata Safaruddin.

Selain itu, kata Safar, gerakan ini murni gerakan sosial dengan tujuan mendukung pemerintah dan mengingatkan pemerintah agar ada rasa muak melihat kondisi di Aceh.

"Muak kami bukan hal-hal negatif di Aceh, muak kami dalam kata positif," jelasnya.

Safar mengaku senang ketika Gubernur Aceh mengatakan muak untuk pergi ke luar negeri, sehingga bisa fokus menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ada di Aceh.

"Seperti saat ini, APBA tiap tahun telat. Siapa yang tidak muak, dan kami juga muak dengan program-program yang tidak pro terhadap masyarakat," jelasnya.

Sementara itu, Nasir Djamil mengapresiasi atas lahirnya gerakan tersebut. Ia mengatakan gerakan ini lahir bukan atas rasa dendam, namun lahir karena cinta terhadap masyarakat Aceh.

"Ini bukan gerakan politik, ini jelas gerakan sosial," jelas politisi PKS itu.


Ia juga menjelaskan gerakan tersebut bukan atas sikap marah terhadap pemimpin, namun murni gerakan sosial.

"Ini bukan gerakan marah sama Irwandi Yusuf. Namun gerakan sosial agar ada perubahan sosial di Aceh," jelasnya.

Nasir Djamil juga berharap kepada pemimpin yang memimpin Aceh untuk tidak menyambut gerakan ini dengan negatif. Namun ini murni gerakan positif.

"Gerakan ini merupakan gerakan sosial, ingin mengajak masyarakat agar kemudian mengawasi pembangunan dan penyelenggaran pemerintah di Aceh," katanya.

Tak hanya itu, kata Nasir, gerakan ini juga mendukung program Gubenur Aceh yakni Aceh Teuga.

"Saya harap informasi sampai dengan utuh ke gubernur, sehingga gubernur menerima dengan positif gerakan ini, dan tidak dijadikan lawan gerakan ini," jelasnya.

Penulis : Bambang Herman, SH
Share
Banner
loading...

Indonesia Media Center

Indonesia Media Center, Mewujudkan Keterbukaan Informasi Publik

Post A Comment:

0 comments: