Navigation

Juru Bicara Forbesma Mendesak Abu Alex Meminta Maaf




Banda Aceh, IMC - Menyikapi pernyataan abu alex yang menyudutkan dan mengkerdilkan mahasiswa, Baihakki juru bicara Forum Bersama Mahasiswa (FORBESMA) meminta kepada Abu Alex untuk meminta maaf kepada mahasiswa karena telah mengkerdilkan gerakan mahasiswa. Minggu (24/12/17).

Dalam hal ini ia menganggap, ini adalah bentuk pembungkaman terhadap gerakan mahasiswa terhadap kebijakan pemerintah belum bisa dirasakan masyarakat, pada umumnya, apalagi masyarakat miskin dan anak yatim,di saat para mahasiswa turun aksi dalam Jaringan Mahasiswa Kota (JMK) dengan melakukan aksi di Jalan T. M. Daudsyah pasar Peunayong Banda Aceh, Sabtu (22/12/17).

Ia juga menyebutkan bahwa wajar saja ketika mahasiswa kritis dan mengkritisi pemerintah saat kebijakan sebuah pemerintah tidak lagi memihak kepada rakyat dan kemaslahatan rakyat banyak,apalagi lemahnya pengawasan pada sektor pasar.

Apalagi banyak janji-janji yang sampai hari ini belum terlaksana dalam program program unggulan yang menjadi visi misi pemerintah Irwandi Yusuf dan Nova Iriansyah, sah saja Mahasiswa turun aksi dan mempertanyakan keseriusan Pemerintah Aceh dalam mewujudkan visi misinya dalam rangka mewujudkan kesejahteraan bagi masyarakat Aceh.

"Sehingga tidak wajar kemudian ada sebuah tanggapan dari oknum tertentu dengan tujuan mengkerdilkan dan menyudutkan gerakan-gerakan seperti ini," tegasnya.

Ia mendesak supaya Abu Alex meminta maaf dengan statement yang ia keluarkan terhadap gerakan mahasiswa karna mengkritik pemerintah pada waktu lalu.

Pria yang akrab di sapa boy ini mengatakan bahwa mahasiswa harus tetap menjalankan fungsinya dan pro aktif dalam mengawal janji kampanye dan dalam hal kebijakan yang di tetapkan pemerintah, saat kedua hal tersebut tidak di realisasikan dan kebijakan tidak menguntungkan rakyat maka mahasiswa harus mengkritisi hal tersebut.


Penulis : Bambang Herman

Share
Banner

Indonesia Media Center

Indonesia Media Center, Mewujudkan Keterbukaan Informasi Publik

Post A Comment:

0 comments: