Recent

Indonesia Media Center (IMC)

Jenderal Soedirman : Tanpa Rakyat, TNI Bukan Siapa-Siapa



Surabaya, IMC - Jenderal Besar Sudirman merupakan pahlawan yang pernah turut merebut kemerdekaan Republik Indonesia dari tangan penjajahan. Saat usianya masih relatif muda yaitu saat berumur 31 tahun sudah menjadi seorang jenderal. Walaupun menderita sakit paru-paru yang parah, ia tetap bergerilya melawan Belanda.


Soedirman dilahirkan pada tanggal 24 Januari 1916 di Desa Bodaskarangjati, Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Ayahnya bernama Karsid Kartawiradji, seorang mandor tebu pada pabrik gula di Purwokerto. Ibunya bernama Siyem, berasal dari Rawalo, Purwokerto. Mereka adalah keluarga petani.
Siapa sebenarnya pahlawan menurut Panglima Besar Soedirman? Jawaban pertanyaan itu terungkap dalam drama kolosal yang digelar peringatan hari ulang tahun TNI Angkatan Darat yang ke-72 di Lapangan Kodam V/Brawijaya - Surabaya, Jumat, 15 Desember 2017.


Jenderal Soedirman mengatakan pahlawan yang sebenarnya bukanlah dia, melainkan rakyat. "Tanpa rakyat, TNI bukan siapa-siapa." Pesan itu disampaikan Jenderal Besar Soedirman yang diperankan Serda Buyung, anggota TNI Angkatan Darat Koramil 0831/05 Rungkut, di hadapan ribuan masyarakat yang menyaksikan Kolosal tersebut.

Ledakan dan asap mengepul berada di lapangan utama Makodam V Brawijaya, tidak hanya itu, suara tembakan beruntun juga terjadi, seusai pelaksanaan upacara Hari Juang Kartika ke 72 (15/12/2017).
Drama Kolosal yang diperankan oleh ribuan siswa siswi dan prajurit TNI, dimana menggambarkan perjuangan tentara dan rakyat, dalam merebut kemerdekaan. 


Tampak gagah dengan kuda serta blankon yang senantiasa menghiasi kepala, sang Jenderal Sudirman yang diperankan Serda Buyung, memimpin langsung tentara dan rakyat tersebut untuk bersama sama menyerang dan mengusir penjajah dari bumi pertiwi.  "Ceritanya bagaimana perjuangan Sudirman dan kepahlawanan pada saat perjuangan kemerdekaan," kata Pangdam V Brawijaya - Mayjen TNI Arif Rahman. 


Tidak hanya undangan yang tampak antusias, masyarakat sekitar Kodam V Brawijaya juga tak ingin ketinggalan, dan berkesempatan menyaksikan secara live show perjuangan Jenderal Sudirman saat itu. Selain itu, sejumlah pertunjukan yang disuguhkan pada peringatan Hari Juang Kartika ini antara lain, pertunjukan bela diri militer dan selanjutnya ada terjun payung yang terdiri dari Angkatan Darat Angkatan Laut dan dari Angkatan Udara, dan akan dilanjutkan malam harinya dengan pentas hiburan rakyat di lapangan yang sama.


Disela-sela acara tersebut, Komandan Koramil Rungkut, Mayor Inf Supriyo Triwahono mengatakan, “Serda Buyung sangat menjiwai peran sebagai Panglima Besar Jenderal Soedirman, saat berlangsungnya Drama Kolosal banyak para undangan yang mengatakan wajahnya pemeran Jenderal Soedirman juga mirip”.(dan-05|mark|red)
Share
Banner

Indonesia Media Center

Indonesia Media Center, Mewujudkan Keterbukaan Informasi Publik

Post A Comment:

0 comments: