Indonesia Media Center (IMC)

Prabowo Presiden 2019, Visi Pergerakan Rumah Prabowo



Jakarta, IMC - Rumah Prabowo 2019 yang disingkat RPS_2019 bergerak maju dengan cepat, belum sampai sebulan sejak terbentuk pada tgl 28/9/2017 di Graha ABS Jl Wahid Hasyim No. 52 Jakarta Pusat, hampir semua Korwil di Indonesia telah terbentuk, selain struktur tim nasional juga gerakan Rumah Prabowo kian massif dari hari ke hari.




Syaefudin, Pemimpin Redaksi media massa online IndonesiaMediaCenter.com (IMC) dan media cetak Otoritas beserta kru berhasil mewawancarai Akhmad Bumi selaku penggagas lahirnya RPS dan sebagai Ketua Harian Tim Nasional ditengah kesibukannya sebagai Lawyer, ditemui di hotel Ibis Budget di bilangan Cikini Jakarta, Sabtu, 11 November 2017, mantan aktivis 1998, alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan jebolan mahasiswa Makasar ini menuturkan dalam percakapan yang diturunkan IMC pada edisi kali ini.

Apa yang melatari sampai Anda menggagas lahirnya Rumah Prabowo 2019 ini?

"Ya, ide awal adalah rasa keprihatinan atas kondisi bangsa belakangan ini, kondisi yang carut marut, dan penuh ketidakpastian, harapan rakyat untuk hidup aman, damai dan sejahtera cukup jauh. Setiap hari kita hanya menyaksikan pertikaian demi pertikaian yang tiada henti-henti dan tidak berujung," jawab Bumi.

Kongkrit dari rasa keprihatinan yang Anda maksud seperti apa? 

"Ada 3 (tiga) hal rasa keprihatinan. Pertama, disparitas dibidang ekonomi. Yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin miskin. Hampir seluruh sentral produksi Indonesia jatuh ketangan segelintir orang, dikuasai atau digadaikan pada Asing. Ini bukan hal spele, tapi hal yang cukup serius untuk masa depan bangsa. Kedua, demokratisasi dibidang politik. Ada pergeseran paradigma saat ini. Jika dulu disebut kedaulatan rakyat, sekarang beralih menjadi kedaulatan negara, artinya negara yang berdaulat yang representasinya ada pada penguasa. Jarak antara istanah dan senayan sulit dibedakan dan hampir tidak bisa dipisahkan. Ini soal serius. Akhirnya representasi rakyat di DPR menjadi kabur, yang didorong DPR adalah kepentingan pemerintah, bukan apa yang menjadi kepentingan rakyat. Imbasnya kekacauan, huru hara politik yang tiada henti dari hari ke hari. Karena DPR mewakili kepentingan penguasa bukan kepentingan rakyat. Rakyat kritik atau melawan kebijakan pemerintah ya konsekwensinya rakyat ditangkap, ditahan, diadili, organisasi dan Ormas dibubarkan. Ya, ini yang disebut otoriter, penguasa enggan dikritik, anti kritik. Ketiga, reproduksi dibidang sosial. Segmen kehidupan sosial terpolarisasi cukup jauh antar suku, etnis, agama, golongan, warna kulit dll. Identitas Indonesia digiring menjadi kabur. Hal ini karena ketidakadilan dalam berbagai kebijakan baik hukum, politik, ekonomi dll. Yang lain ditindas, yang lain diangkat, imbasnya muncul perlawanan dan perlawanan berjalan begitu massif. Ini benturan-benturan yang perlu ditelaah secara hati-hati, butuh pemimpin yang visioner dan memahami sejarah bangsa secara baik. Tiga hal itu adalah thema yang kemudian terbentuk dalan rasa keprihatinan atas kondisi bangsa ini," jelasnya.




Kongkritnya seperti apa?

Ya, perlu ada gerakan pergantian rezim yang dilakukan secara massif.

Kenapa anda cendrung memilih Prabowo untuk 2019?

Ya, itu hasil diskusi kawan-kawan yang cukup panjang. Diskusi dimulai dari Surabaya Jawa Timur sekitar Agustus 2017, berlanjut di Jakarta dan berpindah-pindah, berlanjut di Pekan Baru, Riau. Kesimpulan dari diskusi kawan-kawan adalah Indonesia saat ini perlu di ambil alih oleh militer untuk kepemimpinan nasional. Pertimbangan kita adalah kepentingan negara. Anda lihatkan, PKI cukup massif bergerak bahkan cendrung terang-terangan, bendera negara asing berkibar diatas kedaulatan negara, ya itu makar. Tapi apa tindakan negara? Dan masih banyak masalah bangsa, itu semua ada dalam naskah RPS. Semua itu kita terjemahkan secara baik. Lalu militer siapa yang tepat kita usung? Ada banyak nominator dari kalangan militer yang berkembang dalam diskusi waktu itu. Akhirnya kawan-kawan menjatuhkan pilihan pada Prabowo sebagai figur yang tepat.




Menjatuhkan pilihan pada Prabowo murni dari elemen anak bangsa begitu?

Ya, itu murni dari kalangan luar, bukan orang-orang partai. Olehnya RPS ini adalah organ non partisipan, bukan organ sayap partai. Dalam pergerakan tentu bersinergi, karena kita satu tujuan, tapi bergerak dari level masing-masing. Beda kapal tapi tujuan sama. Semua kapal sama, tapi muatan tidak sama. Olehnya kita saling mengisi dari setiap elemen yang bergerak mengusung Prabowo menjadi RI 1 2019, semua elemen saling mengisi, saling menguatkan, tidak saling mengkerdilkan. Semakin berbeda semakin kuat persatuan kita. Memaksa untuk seragam itu akan stagnasi. Berbeda itu hukum Tuhan, sunnatullah. Ada laki-laki ya praktis ada yang bernama perempuan, ada langit ya ada bumi, sama dengan kultur dan budaya Indonesia yang berbeda-beda tapi satu. Yang berbeda dihimpun, karena ada kesamaan platform, ada kesamaan dasar berpijak. Inilah disebut berbeda itu rahmat karena memiliki konstruksi berfikir dan ideologi perjuangan yang sama yakni Indonesia.

Siapa yang membentuk pengurus ditingkat nasional?

Di RPS ada tim 09. Tim ini sebagai tim perumus juga sebagai tim yang membentuk formasi pengurus. Tim 09 dibentuk oleh penggagas RPS, tim 09 adalah gabungan, representasi dari seluruh Indonesia. Dari Jawa, Nusa Tenggara, Sulawesi, Sumatra dan Papua. Tim 09 ini juga sebagai pendiri RPS 2019. Jika besok lusa RPS bubar maka dikembalikan pada pendiri. Sebagai Ketua Umum RPS adalah Brigjen TNI (Purn) Priyo Handoko, dibantu beberapa Wakil Ketua Umum, Ketua Harian, Sekjen, para Wakil Sekjen dan seterusnya kebawah. Jadi postur tim nasional cukup ideal.

Siapa yang akan membiayai RPS kedepan?

Ya, dari sumbangan-sumbangan yang halal dan tidak mengikat. Ada yang menyumbang kantor sebagai sekretariat nasional dll. Dari gerakan awal, semua biaya bersumber dari kawan-kawan. Pertemuan di Jakarta kemarin misalnya, kawan-kawan dari korwil luar Jawa seperti Papua, Jambi, Sulawesi Selatan datang dengan biaya sendiri. Itu indikator bahwa perjuangan kawan-kawan ikhlas untuk Indonesia melalui Prabowo. Prabowo dilepas ke pasar politik oleh kawan-kawan RPS dari sabang sampai merauke. Ini produk kita lho, produk asli Indonesia, mana produk kamu, kita sandingkan, kita ajukan kelemahan dan kekuatan masing-masing, kita ajukan tesis selama tiga tahun kepemimpinan rezim ini, apa yang terjadi dan apa yang dirasakan rakyat, biar rakyat yang menilai lalu menjatuhkan pilihannya sendiri.




Dari formasi pengurus di tim nasional, siapa-siapa saja yang terlibat?

Ya, banyak dari berbagai kelompok dan elemen. Datang dari berbagai gerbong. Jadi RPS itu menghimpun gerbong-gerbong yang berserakan. Kita semua satu visi, perlu ada pergantian pemimpin nasional. Banyak kelompok antara lain dari kelompok religius, kelompok nasionalis, para profesional, para pengusaha, para akademisi, para purnawirawan TNI/Polri, para mahasiswa, semuanya kita himpun, berada dibawah bendera RPS.

Ada yang mengatakan perlu ada revolusi, pemimpin ini secepatnya diganti, tidak perlu menunggu 2019. Menurut anda?

Ya, itu juga menjadi bahan diskusi yang hangat di RPS. Gerakan pergantian rezim sudah final. Bagaimana caranya? Ya kita sepakat pergantian rezim ini secara konstitusional melalui Pemilu. Karena pandangan kita, demokrasi ini harus dijaga, tidak dibuatnya menjadi cacat. Demokrasi yang sehat butuh tahapan-tahapan. Revolusi membutuhkan tumpah darah, butuh nyawa, ya kos sosial terlampau mahal. Kecuali hal-hal diluar batas, eksistensi negara sudah sangat terancam, pilihannya bisa revolusi. Tapi saya yakin TNI punya analisis dan data intelejen, TNI faham dalam kondisi seperti apa negara harus diambil alih, apapun resikonya. Olehnya revolusi butuh kekuatan alam bawah sadar, butuh keyakinan total, tidak setengah-setengah. Butuh kekuatan rakyat dan TNI yang bersinergi. Kesepakatan RPS sudah final yakni pergantian pemimpin nasional melalui Pemilu, perspektif kita adalah menjaga nilai demokrasi ini tetap suci yang berjalan dengan dibimbing nilai-nilai. Nilai-nilai itu pembimbing jalan suci, keluar dari nilai maka kehidupan berbangsa akan kacau. Ini masih universal, dibutuhkan penerjemahan yang lebih kongkrit dan tajam.

Seperti apa keyakinan anda tentang Prabowo di  Pilpres 2019?

Ya, saya yakin bahkan haqqul yakin Prabowo menjadi Presiden 2019, sebagai Presiden Rakyat Indonesia. Kita sudah siap lahir bathin untuk memenangkannya,  kita siap dengan segala perangkat yang kita miliki, kita bergerak dan melangkah maju.

Harapan anda jika Prabowo menjadi Presiden RI 2019?

Ya, jangan lagi meniru cara dan model kepemimpinan sebelumnya, yang berhasil membuat negara ini hiruk pikuk tidak berujung. Menjaga sebaik mungkin NKRI, Pancasila, UUD 1945 dan Bhineka Tunggal Ika. Menumpas gerakan apapun yang ingin menghidupkan kembali PKI. Menjaga kedaulatan ekonomi negara sesuai pasal 33 UUD 1945. Demokrasi ekonomi perlu dirawat, bukan hanya demokrasi politik. Di satu sisi kita berdaulat secara politik, pada sisi lain kita tidak berdaulat secara ekonomi, menjadi budak dinegeri sendiri. Sepanjang  menyangkut kepentingan hajat hidup orang banyak, negara harus ambil alih seluruh produksi, tidak bisa jatuh kepada orang perseorangan apalagi jatuh ke Asing, karena tidak sesuai dengan kultur bangsa Indonesia. Ini amanah konstitusi negara. UUD 1945 itu kitab suci bangsa Indonesia, sebagai konstitusi negara. Jangan hanya bicara demokrasi politik dan melepas pergi demokrasi ekonomi, tatanan berbangsa akan rusak dan bangsa ini akan digadai habis.

Sambil menikmati kopi dan rokok LA Bold, diruangan kafe lantai 2 hotel Ibis Budget Cikini, Akhmad Bumi begitu mengalir dan visioner dalam percakapan yang sekali-kali asap mengepul diatas kepalanya, percakapan begitu mengalir apa adanya bersama awak media ini. (syf/tim)

Share
Banner
loading...

Indonesia Media Center

Indonesia Media Center, Mewujudkan Keterbukaan Informasi Publik

Post A Comment:

0 comments: