Indonesia Media Center (IMC)

Jurnalis Adalah Pahlawan Informasi



Jurnalis Adalah Pahlawan Informasi

Oleh : Syaefudin

Jakarta, IMC - Pahlawan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) diterjemahkan sebagai orang yang menonjol karena keberanian dan pengorbanannya dalam membela kebenaran; pejuang yang gagah berani dan berjiwa kesatria.

Merujuk pada definisi diatas, artinya para pahlawan itu jelas terdiri dari para patriot pejuang kebenaran.

Dalam perjuangan kemerdekaan baik sebelum dan setelah proklamasi, seperti Pangeran Diponegoro, Sultan Hasanudin, Teuku Umar,  Jenderal Soedirman, Tuanku Imam Bonjol, RA. Kartini, Wolter Monginsidi, Kapiten Patimura, Sultan Ageng Tirtayasa, Supriyadi, dan lainnya, dari mereka sangat jelas tercermin jatidiri patriot bangsa sebagai manusia yang mulia jujur, adil dan semangat kejuangan serta ikhlas berkorban demi bangsa.




Dahulu, founding father kita Ir. Soekarno sebagai Presiden RI yang pertama sekaligus sang proklamator kemerdekaan Republik Indonesia mengatakan bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawan.

10 November 1945 adalah momen bersejarah bagi bangsa Indonesia setelah proklamasi kemerdekaan pada 17 Agustus 1945. Dimana pada saat itu terjadi pertumpahan darah membela kebenaran dan harga diri bangsa dari penjajah yang berusaha merebut kedaulatan RI di kota Surabaya.

Bentuk penghargaan terhadap jasa para pahlawan bukanlah hanya dengan menggelar upacara peringatan hari Pahlawan yang jatuh setiap tanggal 10 November, namun sejatinya menghargai jasa pahlawan lebih pada aksi dan karya nyata nilai-nilai dan semangat kepahlawanan.

Semangat atau spirit bangkitnya sebuah bangsa dapat diperoleh dengan mengambil pelajaran pada etos kepahlawanan para pejuang terdahulu.

Tanggal 10 November ditetapkan sebagai hari pahlawan, namun untuk menjadi pribadi yang mewarisi etos kepahlawanan dapat kita lakukan kapan saja tidak terpaku pada satu hari saja.


Saat ini, bangsa Indonesia sangat membutuhkan banyak pahlawan untuk mewujudkan Indonesia yang merdeka dan berdaulat, Indonesia yang adil dan demokratis dan Indonesia yang mensejahterakan rakyat bukan wakil rakyat memakan uang rakyat demi kepentingan rekan sejawat dan membuat negara ini jadi makin melarat.

Dalam catatan sejarah bahwa perjuangan untuk mendirikan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang saat ini menjadi bangsa berdaulat dan terhormat melalui proses perjuangan yang memakan waktu sangat panjang, pengorbanan jiwa raga yang sangat luar biasa dari para pejuang yang telah gugur di medan perang, NKRI berdiri bukan hadiah atau pemberian dari pihak manapun melainkan hasil perjuangan para pahlawan bangsa.

Peringatan Hari Pahlawan bertujuan untuk mengingatkan kembali kepada kita semua dan bagi generasi muda khususnya sebagai penerus cita-cita agar nilai-nilai kejuangan yang telah dibangun tidak boleh dilupakan sampai kapanpun. 


Kita jadikan semangat kepahlawanan dan kejuangan yang dipresentasikan dalam bentuk cinta tanah air, pantang menyerah, peduli dan berbagi, serta toleransi sebagai sumber motivasi untuk mengatasi berbagai tantangan dalam menyelesaikan semua masalah yang kita hadapi diwaktu kini dan mendatang.

Dalam era digital dan global village sekarang ini, dimana arus informasi yang menerpa khalayak sudah tidak dapat dibendung, dengan teknologi informasi, semua berita maupun informasi dapat menerpa publik kapanpun dan dimanapun berada.

Fenomena internet, gadget, dan sosial media yang sudah menjadi kebutuhan utama, kini menimbulkan banyak permasalahan dalam penyebaran informasi kepada publik.

Masyarakat dapat dengan mudah memperoleh informasi di gadget masing-masing, namun keabsahan dan validitas berita yang mereka dapatkan tidak dapat dijamin.


Banyak berita bohong (hoax) menyebar di sosial media dan media siber lainnya yang menjadi bahan konsumsi masyarakat dari semua kalangan. Berita hoax dapat menggiring opini publik dan menyesatkan masyarakat, apalagi berita informasi tersebut sangat mudah sekali viral melalui media sosial.

Keberadaan jurnalis dalam posisi ini sangat dibutuhkan. Sesuai dengan tugas dan fungsinya, seorang jurnalis wajib menyampaikan informasi kepada publik sesuai dengan fakta dan tidak memanipulasi data, sehingga informasi yang dikonsumsi publik menjadi sumber referensi yang benar.

Jurnalis adalah profesi yang sangat mulia, ia bekerja untuk kepentingan masyarakat, memberikan edukasi secara langsung melalui berita yang ditulisnya.

Menginformasikan hal-hal yang layak diketahui oleh publik dan mengedukasi publik bagaimana membedakan berita bohong (hoax) dengan berita yang sesuai dengan kenyataan di lapangan. Jurnalis melalui media apapun baik cetak elektronik maupun media siber sangat membantu mewujudkan keterbukaan informasi publik dan mengedukasi masyarakat dalam menyerap informasi yang ada. (red)

Share
Banner
loading...

Indonesia Media Center

Indonesia Media Center, Mewujudkan Keterbukaan Informasi Publik

Post A Comment:

0 comments: