Navigation

Para Aktivis, Dirikan Rumah Prabowo 2019 Sebagai Pondok Juang



Jakarta, IMC - Suksesi atau pemilihan Presiden 2019 diprediksi akan berlangsung keras dan dinamis. Dari konstalasi politik nasional hari ini diprediksi akan berlanjut sampai dengan 2019, yang paling keras adalah suksesi kepemimpinan nasional, hal itu dikatakan Akhmad Bumi, aktivis 1998 dan sebagai salah satu penginisiatif pembentukan Rumah Prabowo 2019 kepada media ini di Jakarta, Rabu (20/9).



Saat ditanya tentang Rumah Prabowo 2019, Bumi mengatakan Rumah Prabowo 2019 itu wadah dalam formasi relawan, dirintis oleh kawan-kawan aktivis. Terdiri dari Dr. Ir. H. M Nizar Dahlan, MSi., Ir. Faisal M. Djasin, MSi.,  Dharul Fitrah, SE dan kawan-kawan lain yang jumlahnya ratusan orang. 
Bumi mengatakan bahwa timnya juga minta pertimbangan dari tokoh-tokoh nasional, seperti Teguh Soedirman (putra Jendral Soedirman), Letjen TNI (Purn.) Syarwan Hamid, Ir. Marwan Batubara, MSc., Denny JA, Ph.D.,  Dr. Cand. Nurcahaya Tandang, S.IP., SH., MSi., Dr. H. Irfianda Abidin, SE, MBA dan lain-lain.

"Kawan-kawan yang bergabung dalam wadah Rumah Prabowo 2019 dengan suka rela dan senang hati mendorong Prabowo Subianto menjadi Presiden RI pada Pilpres 2019 nanti," jelas Bumi.

"Pertimbangan kita untuk kepentingan bangsa dan negara yang lebih luas, bukan kelompok dan golongan, figur yang tegas dalam mempertahankan Pancasila dan UUD 1945," ungkap aktifis 1998 itu kepada IMC.

"Olehnya Prabowo adalah figur tepat memimpin bangsa ini dengan sikap tegas dan kesatria melindungi bangsa dan negara. Tim 9 sedang merumuskan wadah Rumah Prabowo 2019, dalam waktu dekat sudah selesai," jelas Bumi.


Saat ditanya prediksi tentang berapa paket calon yang bakal bertarung di Pilpres 2019, Bumi yang juga mantan aktivis HMI itu menjelaskan, dari UU Pemilu yanh telah disahkan DPR dengan ambang batas 20%, jika MK tidak menganulir pasal tentang ambang batas 20%, dan dilihat dari perolehan/jumlah kursi Parpol yang ada, maka terdapat 4 paket calon Presiden/Wakil Presiden, itu jika berjalan secara normal.

"Dari peta politik hari ini, bisa saja terjadi dua paket calon atau tiga paket calon. Gerindra dan PKS dapat mengajukan paket calon sendiri," urai Bumi.

Dengan detail Bumi menjelaskan bahwa Gerindra 73 kursi dan PKS 40 kursi = 20, 18%, dengan demikian dapat mengajukan satu paket calon tersendiri.

PAN dan Demokrat tidak mencukupi ambang batas 20%, demikian juga jika PKS dan Demokrat, olehnya tidak dpt mengajukan paket calon sendiri, kecuali PAN dan Gerindra lebih dari 20% dapat mengajukan satu paket calon.
Peta ini akan berubah dan kedepan akan mengkerucut, boleh jadi Gerindra, PKS, PAN dan Demokrat akan berada dalam satu barisan koalisi yang mengusung satu paket calon Presiden dan Wakil Presiden.

PDIP, Golkar, Nasdem, Hanura, PKB, PPP mengusung satu paket calon tersendiri.

Kemungkinan lain, bisa saja tiga paket calon kalau Demokrat, PAN dan PKB atau Hanura atau Nasdem atau Golkar dalam mengusung satu paket calon tersendiri. 

"Tapi itu kecil kemungkinan, karena Golkar, Nasdem, Hanura, PKB, PPP kedekatan dengan kekuasaan cukup dekat, dan komunikasi politik sudah berjalan," ungkap Bumi.

"Tapi namanya politik, segala situasi bisa berubah yang datang dengan tidak terduga, semuanya bisa berubah, tergantung kepentingan," jelasnya. (syf/tim)
Share
Banner

Indonesia Media Center

Indonesia Media Center, Mewujudkan Keterbukaan Informasi Publik

Post A Comment:

0 comments: