Navigation

Sampah Berkaitan Dengan Perilaku Masyarakat



Banyumas, IMC - Sampah Berkaitan Dengan Perilaku Masyarakat. Demikian penegasan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat memberikan sambutan pada Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2017 Tingkat Jawa Tengah, Rabu (19/7) di Kebun Raya Baturaden Banyumas.

Lebih lanjut dikatakan bahwa sampah merupakan masalah utama dalam pengelolaan lingkungan yang berkaitan erat dengan perilaku masyarakat.

"Sampah urusannya dengan perilaku, buang sampah pada tempatnya", ujarnya.

Namun, lanjutnya. Sampah yang semula menjadi masalah, akan memberikan barokah jika kita kelola dengan baik. Sebagai contoh misalkan sampah ban bekas dapat menghasilkan inovasi kerajinan seperti sandal dan tas. Dan bahkan, tas yang terbuat dari ban tersebut ternyata sudah diekspor ke Perancis.


Disamping penanganan sampah, Gubernur juga mengajak masyarakat untuk menjadikan kegiatan menanam sebagai suatu tradisi untuk menjaga kelestarian lingkungan.

Pada kesempatan yang sama dalam sambutannya, Gubernur mengapresiasi usulan Bupati Banyumas Achmad Husein tentang pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) dari rumah sakit di wilayah Banyumas maupun Jawa Tengah yang selama ini limbah B3 tersebut dibawa ke Jawa Barat untuk diolah.

"Pemprov Jawa Tengah melalui PT.Sarana Pembangunan Jawa Tengah (SPJT) berencana untuk membeli 30 % saham perusahaan pengolahan limbah B3 milik BUMD Pemprov Jawa Barat senilai 62 miliar", terangnya.

Dengan kita beli sahamnya kita dapat menempatkan seorang direksi dan komisaris pada BUMD Jawa Barat tersebut, serta akan meminta investasi berupa insinerator (instalasi pengolahan limbah bertemperatur tinggi) di Jawa Tengah.

Sementara itu, Bupati Banyumas Achmad Husein dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi dengan dilaksanakannya peringatan hari lingkungan hidup sedunia tahun 2017 tingkat Jawa Tengah di wilayahnya.

"Dengan kegiatan ini akan memotivasi pwmda Banyumas dan masyarakat Banyumas dalam lingkungan dan pengelolaan lingkungan hidup secara berkelanjutan," terangnya.

Disamping itu, mengusulkan kepada Gubernur Jawa Tengah agar pemprov Jawa Tengah mempunyai instalasi pengolahan limbah B3 sendiri dari rumah sakit baik di Banyumas maupun Jawa Tengah umumnya, sehingga tidak perlu dibawa ke provinsi lain.
"Untuk informasi bahwa diseluruh Banyumas, seluruh limbah B3 tidak dapat dikelola oleh pengelola limbah yang ada di Banyumas. Limbah B3 kami selalu dikirim ke Bogor dan Bekasi dengan biaya yang sangat tinggi," ungkapnya.

Dikatakannya bahwa biaya pengolahan limbah B3 dari rumah sakit yang ada di Banyumas yakni RSUD Prof.Dr.Margono Soekarjo, RSUD Banyumas, dan RSUD Ajibarang mencapai 3 miliar/bulan.

"Bila dari seluruh rumah sakit yang ada di Banyumas ditaksir ada 5 miliar, dan setahunnya mencapai 60 miliar. Satu kabupaten 60 miliar setahun, karena seluruh Jawa Tengah belum ada pengolah limbah dan katakanlah 50 maka ada berapa ratus miliar yang lari ke provinsi lain," lanjutnya.

Dikatakan pula oleh Bupati Banyumas bahwa pihaknya sudah berupaya maksimal bagaimana mengolah limbah secara baik dan benar mulai dari limbah plastik, limbah organik dan limbah-limbah lainnya. (Firdaus)
Share
Banner

Indonesia Media Center

Indonesia Media Center, Mewujudkan Keterbukaan Informasi Publik

Post A Comment:

0 comments: