Recent

Indonesia Media Center (IMC)

Buang Ayam, Gendong Pengantin" MITOS JEMBATAN PESAYANGAN"

Tegal, IMC - Pagi itu ada pemandangan menarik di jalur jalan menuju jembatan bendungan Pesayangan, kecamatan Talang, Kabupaten Tegal. Jalan itu merupakan akses jalan menuju desa Bengle tempat kediaman Bupati Tegal, Enthus Susmono.

Iring-iringan mobil tiba-tiba berhenti tepat sebelum memasuki jembatan Pesayangan atau dikenal juga dengan jembatan Ekoproyo .

Dari dalam salah satu mobil kemudian keluar seseorang menenteng seekor ayam yang spontan diikuti beberapa orang penduduk sekitar jembatan.

Ayam iitu menggelepar terbang rendah yang selanjutnya diperebutkan penduduk.
Tak lama kemudian,  muncul dari mobil lain seorang laki-laki berkostum jas pengantin. 

Empat orang membopongnya dan berjalan menyeberangi jembatan. Pemandangan iring iringan Itu terlihat pada lebaran 6 hari tepatnya (Jumat, 30/6).

Momen lebaran memang banyak dimanffatkan masyarakat untuk selenggarakan hajatan seperti kawinan,  sunatan, reuni sekolah dan juga halal bi halal keluarga besar. Namun khusus pernikahan bagi masyarakat kecamatan Talang,  Kabupaten Tegal, yang mau melintasi Jembatan Pesayangan atau Ekoproyo, akan dihadapkan pada tradisi buang Ayam dan membopong Pengantin menyeberangi Jembatan.

" Kalau itu tidak dilakukan, katanya bisa bikin sial dan bisa bikin pasangan penganten tidak langgeng, " kata Ali , Pedagang Warung Sate disekitar jembatan yang juga asli Talang.
Terlepas Mitos tersebut, desa Talang merupakan wilayah dinamis yang penduduknya sangat giat bekerja. Desa itu memiliki sejarah panjang dari mulai munculnya Pemberontakan Kutil beberapa bulan setelah kemerdekaan, yang sempat mengkhawatirkan Bung Karno terjadinya separatisme. 

Untuk persoalan ini,  Bung Karno dan rombongan kabinetnya turun langsung ke Tegal memberikan pidatonya di Lapangan Slerok yang sekarang bernama Stadion Yos Sudarso, Tegal.
Selain persoalan politik,  Talang juga tempat berkembangnya pengrajin logam hingga mendapat julukan 'Jepangnya Indonesia'.

Kemasan sejarah Talang tersimpan rapi dalam kepustakan Tegal. Ayam telah tertangkap penduduk dan pengantin telah seberangi Jembatan Pesayangan.
Aliran sungainya yang bersumber dari Kali Gung dan Gunung Slamet itu, masih mengaliri pesawahan. (Anis Yahya )
Share
Banner

Adin

Indonesia Media Center, Mewujudkan Keterbukaan Informasi Publik

Post A Comment:

0 comments: