Recent

Indonesia Media Center (IMC)

Serda Hartadi Babinsa Desa Bongkok Koramil 06 /Kramat Kabupaten Tegal Sukses Budidaya Bawang Merah

Tegal, IMC - Bawang merah merupakan komoditi hotikultura yang tergolong sayuran rempah. Sayuran rempah ini banyak dibutuhkan terutama sebagai pelengkap bumbu masakan guna menambah cita rasa dan kenikmatan makanan.
Bawang merah dikenal hampir disetiap negara dan daerah di wilayah tanah air.
Bawang merah memiliki nama ilmiah yaitu Alium cepa var. Ascalonicum atau cukup disebut Allium ascolonicum.
Bawang yang semarga dengan bawang daun, bawang putih, dan bawang bombay ini termasuk family liliaceace.
Tanaman bawang merah lebih banyak dibudidayakan di daerah dataran rendah yang beriklim kering dengan suhu yang agak panas dan cuaca cerah.
Tanaman ini tidak menyukai tempat-tempat yang tergenang air, apalagi becek.
Walaupun bawang merah tidak menyukai tempat yang tergenang air, tetapi tanaman ini banyak membutuhkan air, terutama dalam masa pembentukan umbi.
Daerah yang mempunyai kondisi di atas menjadi sentra produk bawang merah yaitu : Brebes,Tegal, Cirebon, dan Pemalang. Daerah-daerah tersebut termasuk ke dalam sentra produk bawang merah di Indonesia.
Mengingat kebutuhan terhadap bawang merah yang kian terus meningkat maka penguasahaannya memberikan gambaran (prospek) yang cerah. Prospek tersebut tidak hanya petani dan pedagang saja, tetapi juga bagi semua pihak yang ikut terlibat di dalam kegiatan usahanya, dari mulai penanaman sampai ke pemasaran.
Cerahnya prospek bawang merah juga didukung oleh tidak adanya bahan pengganti (barang substitusinya), baik yang sintesis maupun alami.
Bawang merah tergolong komoditi yang mempunyai nilai jual tinggi di pasaran. Keadaan ini berpengaruh baik terhadap perolehan pendapatan. Apalagi didukung dengan cepatnya perputaran modal usaha bawang merah.
Pada umur 60 – 70 hari tanaman sudah bisa dipanen. Dengan demikian keuntungan bisa di raih dengan cepat dalam waktu relatif singkat.
Pada hari Kamis tanggal 25 Mei 2017 Danramil 06/Kramat Kapten Kav Mukholim meninjau tanaman bawang milik Serda Hartadi di Desa Bongkok Kecamatan Kramat maksud dan tujuannya adalah Memberikan motivasi kepada Serda Haryadi untuk tetap semangat untuk berbudidaya bawang merah karena bawang merah sangat dibutuhkan oleh masyarakat dan harganya cukup bagus di pasaran sehingga bisa menambah penghasilan sebagai seorang prajurit TNI AD.
Serda Haryadi adalah Babinsa Desa Bongkok Koramil 06/ Kramat Kabupaten Tegal dalam Dinasnya dia dikenal sebagai Babinsa yang baik selalu menjalankan tugas sebagai Babinsa dan melaksanakan apa yang diperintahkan oleh atasannya dan selalu mementingkan tugasnya sebagai Babinsa melaksanakan pembinaan di Desanya dan cukup dikenal oleh masyarakat binaannya dan pada saat ada waktu yang luang dimanfaatkan untuk berbudidaya bawang merah dan dibantu oleh 2 orang yang setiap harinya untuk mengurusi tanaman bawang merah dengan keberhasilannya Maka bisa memberikan kesejahteraan kepada keluarganya.
Serda Hariadi tidak memiliki sawah sendiri namun dia menyewa tanah bengkok milik Desa bongkok dengan rincian satu kali tanah sebagai berikut :
Anggaran biaya budi daya bawang merah luas 1 hektar:
1. Sewa lahan 1ha 7,5 juta
2. Bibit BM (1200kg X 4 jt) 48 juta.
3. Biaya olah tanah 15 juta
4. Biaya kuli tanam 50 orang X 50rb = 2,5 juta
5. Biaya pupuk dan obat BM = 20 juta.
6. Lain-lain 5 juta
7. Total biaya yang dibutuhkan =98 juta.
8. Umur bawang mera 60 sudah panen.
9. Hasil panen 1H a = 12 ton X harga di pasaran 15 rb = 180 juta
10. Hasil jual 180 juta : 8 = 22,5 juta = 157.500.000 juta
11. Sisa 157,500 juta - 98 juta modal  = 59.500.000 juta
Keuntungan 59 juta dalam waktu 60 hari.
Harapannya adalah agar para Babinsa yang lain bisa memiliki kreasi untuk meningkatkan taraf hidup keluarganya seperti yang dicontohkan oleh Serda Hartadi yang sukses dalam berbudidaya bawang merah. ( Teguh )

Share
Banner

Indonesia Media Center

Indonesia Media Center, Mewujudkan Keterbukaan Informasi Publik

Post A Comment:

0 comments: