Recent

Indonesia Media Center (IMC)

Dialog Interaktif Dinamika Kita RRI Purwokerto Pembangunan Jalur Mata Air


Purwokerto, IMC - Air bagi kehidupan sangat penting, tanpa adanya air seluruh kehidupan yang ada dibumi akan mati. Air merupakan sumber kehidupan bagi seluruh makhluk hidup yang ada dimuka bumi ini.

Demikian pula bagi warga masyarakat disekitaran wilayah Kec.Karangreja Kab.Purbalingga, kebutuhan tentang air bersih bagi kehidupan mereka sangat penting.

Bagi warga masyarakat Desa Kutabawa dan Desa Serang, air bersih hal yang jarang dan bahkan terkadang tidak terpenuhi kebutuhan air bersihnya khususnya di musim kemarau. Letak dua desa tersebut berada di wilayah perbukitan pegunungan Slamet.

Dengan melihat kondisi tersebut, beberapa waktu lalu tepatnya pada bulan Mei 2016 lalu, warga Kutabawa secara reflek bersama-sama mencari suatu solusi untuk memecahkan permasalahan yang terjadi di desa mereka dengan mencari sumber air di perbukitan gunung Slamet. Alhasil, dengan semangat baja, tim pencari dari beberapa warga masyarakat menemukan sumber mata air kehidupan bagi warga masyarakat desanya. Sembilan titik sumber air ditemukan yang masuk wilayah KPH Banyumas Timur. Mereka menemukan mata air Gondang yang berada di Pancuran 7 Baturaden Banyumas, ditarik dari titik sumber mata air menuju desa mereka sejauh 17 Km.

Dalam rangka menindaklanjuti hal tersebut, Korem 071/Wk sebagai komando kewilayahan, jeli dan peka terhadap kesulitan rakyat disekelilingnya. Melalui komunikasi sosial bersama dengan aparat desa Kutabawa dan desa Serang beberapa waktu lalu, Danrem 071/Wk Kolonel Inf Suhardi bersama dengan aparat dua desa tersebut sepakat untuk dilakukannya pembuatan jalur pipanisasi dari mata air Gondang Pancuran 7 Baturaden Banyumas sepanjang 17 Km tersebut.



Dalam dialog dinamika kita RRI Purwokerto, Danrem 071/Wk Kolonel Inf Suhardi yang diwakili Kapenrem 071/Wk Mayor (K) Cba Rr.Sri Hardjani, EDA, Sos menyampaikan latar belakang dibukanya jalur mata air pipanisasi ini karena masyarakat diwilayah tersebut sangat membutuhkan adanya air bersih. Dikatakan selama ini, air bersih diwilayah tersebut menjadi masalah bagi warga masyarakat bila saat kemarau mereka harus mengambil air dari desa lain, selama ini mereka menggunakan penampungan air hujan yang tergantung dari alam.

"Dengan dibangunnya jalur pipanisasi ini agar air bersih yang ada di sumber mata air tersebut dapat mengalir dan terdistribusi sehingga dapat dikonsumsi untuk kebutuhan warga," ungkapnya.

Kita lakukan ini, lanjutnya untuk meningkatkan semangat gotong royong antara TNI dengan masyarakat, membantu mengatasi kesulitan masyarakat dan terjalinnya komunikasi antara TNI dengan masyarakat serta membantu pemerintah daerah dalam rangka membangun daerah tertinggal dan terpencil.

"Mata air direncanakan akan mengaliri tiga wilayah Kecamatan di dua Kabupaten yakni Kec.Karangreja Kab.Purbalingga, Kec.Belik dan Kec.Pulosari Kab.Pemalang. Pelaksanaan bulan ini April hingga Mei 2017", tuturnya.

Guna membuat jalur pipanisasi, telah diterjunkan ke lokasi para prajurit Wijayakusuma bersama warga masyarakat untuk membuka jalur dari mata air Gondang Pancuran 7 Baturaden menuju desa Bambangan sejauh 17 Km. Jalur pipanisasi akan dialirkan kewilayah Pemalang mencakup Kec.Belik di Desa Cekatan dan Kec.Pulosari di Desa Pagenderan, Desa Gombong dan Desa Pulosari. Sedangkan diwilayah Purbalingga Kec.Karangreja di Desa Kutabawa dan Desa Siwarak.

Sementara itu, Kepala Desa Kutabawa Edi Suroso menyampaikan pihaknta dalam pembangunan jalur pipanisasi ini akan mendukung dan mempersiapkan semua potensi yang ada di Desanya untuk membantu pelaksanaan kegiatan. Dia berharap dengan dibangunnya jalur pipanisasi ini, tidak ada lagi dusun yang kesulitan mendapatkan air bersih karenanya bila hal ini terwujud maka tujuh ribu jiwa lebih di dua dusun yakni Dusun yakni Dusun IV dan V tidak lagi kesulitan dengan air bersih.

Menyinggung tentang anggaran yang ada, pihaknya telah mendapatkan realisasi anggaran dari Pemerintah Provinsi sebesar 2,9 M. Namun hal itu belum memadai karena sebelumnya dari perhitungan awal melalui usulan pemerintah desa Kutabawa anggaran yang dibutuhkan untuk membangun saluran pipa dari sumbernya sebesar 5 M. "Anggaran dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Cipta Karya Provinsi, kami hanya ditugasi oleh Bupati untuk memfasilitasi dengan KPH Banyumas Timur tentang izin dan kerjasama", terangnya.

Menurutnya, anggaran dari Pemprov Jateng untuk pembangunan fisik, namun untuk panjang hingga debit air baru akan diinventarisasi. Nantinya jika masih membutuhkan kekurangan anggaran akan difasilitasi APBD Kab. Purbalingga. (teguh)
Share
Banner

Indonesia Media Center

Indonesia Media Center, Mewujudkan Keterbukaan Informasi Publik

Post A Comment:

0 comments: